Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Kamis pagi bergerak melemah sebesar 13 poin menjadi Rp13.272 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.259 per dolar AS.
"Dolar AS mengalami penguatan terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah pascapengumuman data pekerjaan sektor swasta Amerika Serikat yang cukup solid sehingga memicu kembali harapan tentang kenaikan suku bunga," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan bahwa laporan Automatic Data Processing (ADP) menunjukkan angka pekerjaan di sektor swasta AS naik. Diproyeksikan, Bank Sentral AS (Federal Reserve) akan menaikan suku bunga pada tahun ini.
Sementra itu, Ekonom Samuel Sekuritas Ragga Cipta mengatakan bahwa potensi laju rupiah bergerak menguat masih cukup terbuka seiring dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang cenderung menguat.
Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Kamis (3/3) pagi ini, berada di level 34,68 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 36,87 dolar AS per barel.
"Harga minyak dunia yang masih dalam tren penguatan berpeluang menjaga sentimen bagi mata uang rupiah untuk kembali bergerak ke area positif," katanya.
Ia menambahkan bahwa saat ini pelaku pasar uang sedang menantikan data ekonomi domestik yakni cadangan devisa periode Februari 2016, diharapkan data itu tidak menambah tekanan bagi nilai tukar domestik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney
-
OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya
-
IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?
-
Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris