Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan PT Medco Energi Internasional milik Arifin Panigoro belum melapor kepada pemerintah jika ingin mengakuisisi 100 persen saham milik PT Newmont Nusa Tenggara Timur.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot, mengatakan, jika Medco berkeinginan mengakuisisi saham Newmont, maka Medco harus menghadap Kementerian ESDM untuk mewujudkan keinginannya tersebut.
“Sampai saat ini dia (Medco) belum menyampaikan rencananya kepada pemerintah. Pronsipnya kan kalau mau akuisisi yang mereka harus meminta persetujuan pemerintah,” kata Bambang saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Senin (11/4/2016).
Terkait divestasi saham sebesar tuju persen, Bambang mengatakan apabila Kementerian Keuangan sudah menyetujudi divestasi tersebut, maka taapan selanjutnya akan ditawarkan ke BUMN sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Ya kalau pemerintah sudah setuju, berarti pemerintah suda tidak mau beli lagi. Kalau BUMN nggak mau ya baru kita tawarkan ke swasta. Kita ikutin aja urutannya,” ungkapnya.
Seperti diketahui, PT Newmont Nusa Tenggara sebenarnya telah menawarkan divestasi sahamnya sebesar tujuh persen kepada pemerintah sejak 2010 silam. Tapi hingga saat ini, pemerintah masih belum memutuskan sikapnya terkait dengan penawaran divestasi saham tersebut. Atas dasar tersebut, Medco berkeinginan untuk mengakuisisi saham Newmont 100 persen.
Berita Terkait
-
Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV
-
Pasokan Energi Ramadan-Idulfitri Aman, Kementerian ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina
-
Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idul Fitri 2026 Resmi Dibuka, Pasokan Energi Dipastikan Aman
-
Stok BBM Pertamax Tinggal 29 Hari dan Pertamina Dex 45 Hari
-
Bom Waktu Subsidi: Pemerintah Tahan Harga BBM Hingga Lebaran, APBN Siap-Siap Jebol?
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan