Suara.com - Harga minyak dunia turun pada Senin (23/5/2016) atau Selasa (24/5/2016) pagi waktu Indonesia setelah pejabat-pejabat Kanada mencabut perintah evakuasi karyawan beberapa ladang produksi minyak di provinsi Alberta yang dilanda kebakaran.
Para pejabat pada Minggu, 22/5/2016) meniadakan kawajiban melakukan evakuasi di fasilitas-fasilitas milik perusahaan Kanada, Suncor dan Syncrude. Sebab, penurunan temperatur dan hujan ringan mendorong upaya-upaya untuk mengendalikan kebakaran hutan.
Kebakaran, yang memaksa evakuasi 100 ribu penduduk Fort McMurray dan fasilitas-fasilitas minyak ke utara, mengganggu ekstraksi dan pemurnian minyak yang diperkirakan 1,2 juta barel per hari.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli merosot 33 sen menjadi berakhir pada 48,08 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak Brent North Sea untuk pengiriman Juli, patokan Eropa, kehilangan 37 sen menjadi menetap di 48,35 dolar per barel di perdagangan London.
"Ada tekanan jual sedikit karena beberapa kekhawatiran tentang gangguan pasokan di seluruh dunia tampak sedikit berkurang," kata Gene McGillian dari Tradition Energy.
Para analis juga mengatakan harga melemah oleh komentar dari pejabat Iran yang berjanji akan terus memompa minyak secara agresif dan tidak mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan produksi setelah pencabutan sanksi terkait nuklir pada Januari.
"Pemerintah saat ini tidak memiliki rencana untuk membekukan atau mengganggu peningkatan produksi minyak dan ekspor sesuai rencana yang sedang dilakukan," kata Direktur National Iranian Oil Co. Rokneddin Javadi kepada kantor berita Iran Mehr, menurut Bloomberg News.
Rokneddin Javadi yang juga Deputi Menteri Perminyakan Iran mengatakan bahwa ekspor minyak mentah negara itu akan mencapai 2,2 juta barel per hari (bph) pada pertengahan musim panas dari 2,0 juta barel per hari sekarang.
Komentar Javadi mengurangi harapan pembekuan produksi minyak Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada pertemuan berikutnya kelompok eksportir itu.
Sikap Teheran tampak memperkuat keraguan pasar bahwa OPEC -- yang Iran adalah salah satu anggotanya -- akan mengambil tindakan tegas untuk mengekang kelebihan pasokan pada pertemuan berikutnya di Wina pada 2 Juni.
Bulan lalu di Doha, pembicaraan yang melibatkan anggota OPEC dan produsen-produsen utama lainnya seperti Rusia, gagal mencapai kesepakatan untuk membatasi produksi.
Di sisi lain, pasar minyak akan tetap kelebihan pasokan karena jumlah rig minyak AS yang beroperasi tidak berubah pekan lalu setelah membukukan penurunan beruntun selama delapan minggu, kata perusahaan jasa minyak Baker Hughes lalu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025
-
Stok Emas Fisik Pegadaian Menipis, Antrean Cetak Mengular
-
Prabowo Lantik Wamenkeu Baru Sore Ini, Siapa Pantas Gantikan Thomas?
-
Purbaya: Penerimaan Pajak Naik 30% Jadi Rp 116,2 T di Januari 2026, Bea Cukai & PNBP Lemah
-
Daftar Saham IPO Lewat Shinhan Sekuritas, Mayoritas 'Gorengan'?
-
Tiba-tiba Purbaya Singgung Demo Besar dan Penjarahan Rumah Sri Mulyani
-
Purbaya Pamer Efek Dana SAL Rp 200 Triliun: Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Ritel Naik
-
Tembus 3,55 Persen di Januari 2026, Purbaya Klaim Inflasi Reda Setelah Maret
-
Jumlah Pengendara di Indonesia Tinggi, Tapi Asuransi Kendaraan Masih Rendah
-
Pertamina Resmi Satukan Tiga Anak Usaha ke Subholding Downstream