Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, hari ini, Senin (20/6/2016) memusnahkan ribuan botol minuman keras, handphone dan obat-obatan yang dinilai ilegal.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menjelaskan, untuk hasil penindakkan yang telah dilakukan, instansinya berhasil menyita 38 ribu botol miras ilegal atau senilai Rp8,8 miliar. Selain minuman keras, Dirjen Bea dan Cukai berhasil mengamankan lima ribu unit handphone atau senilai Rp6,3 miliar.
"Kalau yang handphone ini disita karena nggak ada izin dari instansi terkait. Kan kalau mau dijual ke masyarakat harus ada izin dari Kominfo, nah ini nggak ada. Kalau yang Miras, ini ada dua macam kenapa dikatakan ilegal, pertama karena isinya yang palsu atau campuran. Kedua pita cukainya yang dipalsukan. Makanya ini kami sita," kata Heru saat menggelar konferensi pers di kantor Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (20/6/2016).
Selan itu, lanjut Heru, selain miras dan handphone, Dirjen Bea dan Cukai berhasil menyita 1370 paket obat-obatan yang dinilai ilegal dan abal-abal. Penindakan dilakukan di seluruh kantor pos Indonesia.
"Seperti diketahui, barang masuk itu selain dari bandar udara,juga bisa melalui kantor pos. Makanya kita melakukan penyidikan ke kantor pos, ternyata ada barang kiriman ilegal yakni obat-obatan senilai Rp88 juta," katanya.
Selain itu, Bea dan Cukai juga berhasil menemukan 15 juta batang rokok yang berdar dimasyarakat secara ilegal. Lantaran bisa membahayakan masyarakat yang mengkonsumsinya.
"Rokok itu kan sudah berbahaya, apalagi kalau rokok ini pakai bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan, ini kan lebih membahayakan. Jadi ini kami temukan rokok palsu, mirip dengan asli tapi ini palsu. Penemuan ini senilai Rp5,5 miliar," katanya.
Diperkirakan, dengan adanya produk-produk ilegal ini, negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp46 miliar.
Berita Terkait
-
Besok Sri Mulyani Lantik Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai Secara Tertutup
-
Jakarta Banjir Lagi! Ratusan RT Terendam, Kerugian Ekonomi Menumpuk Sejak 2020
-
Akibat Kebakaran, Kerugian Ekonomi Amerika Serikat 6 Kali Lipat Lebih Parah Dibandingkan Bantuan Militer ke Israel
-
Banjir Buat Ekonomi Merugi, Kini Sudah Ada Teknologi Untuk Mengatasinya
-
Gegara Perubahan Iklim RI Bisa Tekor Rp544 Triliun, Bappenas: Kita Menghadapi Krisis Planet Ganda
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026
-
Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Outlook Stabil, AM Best Soroti Kinerja dan Permodalan Kuat
-
Dasco Hadang Impor 105 Ribu Mobil India, Pengamat: Selamatkan Buruh Otomotif dari PHK
-
Program Gentengisasi Mulai Masuk Kawasan Menteng, Sasar 52 Rumah
-
Penerimaan Pajak Naik 30,7% di Awal 2026, Negara Kantongi Rp 116,2 Triliun
-
Rupiah Masih Berotot Hari Ini, Ditutup di Level Rp 16.829/USD
-
Bos Agrinas Pangan Pastikan Belum Ada Keputusan Tunda Impor Pikap dari India
-
Purbaya Anggarkan Rp 90 Triliun di Q1 2026 buat Kopdes Merah Putih
-
Saham Indomaret dan Alfamart Ambrol Usai Menteri Mau Stop Ekspansi Demi Kopdes