Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (6/9/2016) ditutup naik sebesar 15 poin atau 0,28 persen ke level 5.372 setelah bergerak di antara 5.342-5.373. Sebanyak 119 saham naik, 178 saham turun, 91 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp 8.045 triliun. Di pasar reg-uler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp 280 miliar.
Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi Managing Partner PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, Rabu (7/9/2016).
Sementara itu, pasar saham Amerika menguat dengan indeks Nasdaq mencetak level tertinggi. Kondisi ini terjadi karena laporan aktivitas sektor swasta AS yang mengecewakan dipandang sebagai kemungkinan untuk penundaan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Dow Jones di tutup di level 18,538 menguat 46 poin dengan Chevron pimpin penguatan dan Nike beban terbesar indeks. "Nasdaq menguat 0.64 persen ke level 4,829 karena iShares Nasdaq Bio-technology ETF (IBB) menguat lebih dari 1 persen. S&P menguat 0,30 persen ke level 2,186," kata Kiswoyo.
Disisi lain, Pasar saham Eropa ditutup bervariasi seiring sentimen terbebani oleh penurunan harga minyak dan data sektor jasa AS yang mengecewakan. FTSE berakhir turun 0,78 persen di 6826.05, terseret penurunan di sektor perbankan. CAC melemah 0,24 persen ke level 4,529. Sementara DAX berakhir 0,14 persen lebih tinggi di 10,687, terbantu oleh lonjakan 6,4 persen saham Fresenius SE setelah mengumumkan pembelian jaringan rumah sakit swasta terbesar di Spanyol. "Sentimen pasar juga terdorong oleh kemajuan dalam pembicaraan merger antara Bayer dan Monsanto," tutur Kiswoyo.
Di Indonesia, Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengatakan, hingga 5 September 2016 terdapat 9.588 wajib pajak yang tidak pernah melaporkan surat pemberitahuan (SPT) atau tidak pernah membayar pajak, telah mengikuti program amnesti pajak. Jumlah tersebut mencapai 30,61 persen dari jumlah wajib pajak yang menyampaikan surat pernyataan harta (SPH). Dari wajib pajak tersebut, jumlah uang tebusan yang dibayarkan melalui amnesti pajak mencapai Rp655,18 miliar. Sementara jumlah harta yang dideklarasikan mencapai Rp35,34 triliun.
Pihak DJP juga mencatat ada 1.929 wajib pajak baru, yang terdaftar sejak 1 Januari 2016 yang mengikuti amnesti pajak. Jumlah tersebut mencapai sekitar 6,16 persen dari jumlah wajib pajak yang menyampaikan SPH. Secara total, jumlah wajib pajak yang mengikuti kebijakan amnesti pajak hingga 5 September 2016 mencapai 31.322 wajib pajak. Dari jumlah tersebut, surat pernyataan harta (SPH) yang diterima sebanyak 31.629 SPH. Adapun total uang tebusan mencapai Rp4,78 triliun atau 2,9 persen dari target Rp165 triliun. Sementara total aset yang dideklarasikan mencapai Rp223,89 triliun.
Berita Terkait
-
J Resources Asia Pasifik akan Terbitkan 2,64 Miliar Saham Baru
-
Pasar Amerika & Eropa Terpengaruh Kesepakatan Rusia & Arab Saudi
-
Total Kontrak Baru Wijaya Karya Capai Rp24,5 Triliun
-
Pasar Amerika Melemah Dipicu Harapan Naiknya Suku Bunga The Fed
-
Lippo Karawaci Jual 15 Persen Saham Siloam Pada CVC Capital
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?
-
Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah