Mengenai revolusi industri ke-4, Airlangga menjelaskan, era ini ditandai dengan meningkatnya keterkaitan antara manusia, mesin dan sumber daya alam melalui konvergensi teknologi informasi dan e-manufacturing lanjutan. Era ini juga semakin menguatkan hubungan dunia digital dengan sektor industri.
“Platformnya, yakni internet of things atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan line production. Di Indonesia sudah ada satu perusahaan yang sudah ada modelnya, yaitu di innovation center Matsushita.Di sana sudah ada satu assembly line production untuk elektronika,” paparnya.
Airlangga meyakinkan,industri yang menerapkan industry 4.0 akan memiliki keunggulan kompetitif. “Ke depannya, pengoperasiannya bisa melalui ponsel dengan internet yang terkoneksi pada lini produksi,” tuturnya.
Dalam penerapan revolusi industri baru tersebut, menurut Menperin, diperlukan tiga penguatan kebijakan. Pertama, pelaksanaan pendidikan vokasi untuk peningkatan kualitas SDM industri melalui penyusunan dan penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang industri, peningkatan kapasitas dan fasilitasi pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta penyusunan program diklat berbasis kompetensi.
Kedua, pemanfaatan teknologi digital untuk membantu industri kecil dan menengah (IKM) dalam menembus pasar luar negeri melalui e-smart IKM. “Program ini diharapkan akan membantu IKM untuk mendapatkan bahan baku dan teknologi dengan harga relatif murah dengan mekanisme pembiayaan yang mudah dan murah sehingga akan meningkatkan daya saing IKM,” jelas Airlangga.
Ketiga, kolaborasi sistem riset dan pengembangan yang dilaksanakan guna menentukan arah industri ke depan. Kolaborasi ini meliputi riset pasar, akuisisi teknologi, penumbuhan dan pengembangan inovasi, penyusunan rancangan produk, penguatan sistem produksi, serta pemasaran.
Sementara itu, Airlangga menjelaskan, kebijakan hilirisasi sumber daya alam yang dimanfaatkan sebagai bahan baku dan energi. Misalnya, pemenuhan permintaan kebutuhan gas untuk industri. “Permintaan gas tersebut diperuntukan bagi sektor industri yang menggunakan gas sebagai bahan baku, seperti industri pupuk dan petrokimia. Sedangkan, gas sebagai sumber energi seperti energi yang terkait dengan proses dan energi untuk bahan bakar,” paparnya.
Kemudian, hilirisasi industri berbasis hasil tambang yang terintegrasi antara produk utama, yaitu hasil tambang dengan hilirisasi industri berbasis mineral ikutan seperti industri berbasis logam tanah jarang. “Selanjutnya, hlirisasi sumber daya alam hayati, melalui penyediaan bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta pemanfaatan over supplybahan baku karet, melalui pemanfaatan karet untuk industri strategis, seperti industri vulkanisir ban pesawat,” ungkapnya.
Menperin optimistis, dengan dijalankannya kebijakan-kebijakan tersebut, industri nasional akan mampu bersaing dan memenangi perdagangan bebas seperti MEA. “Saat ini, sektor industri telah memberikan kontribusi sebesar 47 persen terhadap total ekspor Indonesia ke ASEAN. Kontribusi tersebut dihasilkan oleh industri manufaktur sebesar 18 persen, industri agro 13 persen, dan industri berbasis teknologi tinggi 16 persen,” sebutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok