Ekspansi PT Siantar Top Tbk (STTP) masih terbilang minim. Terlihat dari sisa penggunaan hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2016 periode September 2016 yang belum terpakai hingga setengahnya.
STTP melakukan penawaran umum berkelanjutan tahap I dan II pada 12 April 2016 lalu. Produsen kerupuk dan sejenisnya ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp500 miliar yang baru terpakai Rp153,9 miliar. Dana itu dipergunakan untuk pinjaman ke anak usaha PT Siantar Megah Jaya (SMJ) sebesar Rp133 miliar dan pengembangan usaha sebesar Rp20,9 miliar. Hingga dana PUB masih menyisa sebesar Rp344,4 miliar.
Sebelumnya manajemen STTP mengatakan, sekitar 90 persen atau Rp450 miliar dana penawaran obligasi berkelanjutan I tahap II digunakan untuk investasi tanah dan bangunan di Jawa Timur, akuisisi, dan pinjaman ke anak perusahaan PT Siantar Megah Jaya.
Adapun 10 persen atau Rp 50 miliar untuk modal kerja dan pengembangan usaha STTP di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. STTP juga berencana membeli mesin baru dari Eropa dan China yang dananya berasal dari hasil penerbitan obligasi senilai Rp 225,68 miliar. Dengan penambahan mesin baru, perusahaan yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur tersebut berharap bisa meningkatkan kinerja
produksi. Saat ini utilisasi mesin pabrik masih di bawah 70 persen, dan diharapkan mesin baru tersebut bisa meningkatkan kapasitas produksi.
"Penerbitan obligasi STTP yang digunakan untuk berinvestasi akan berefek positif ke depannya bagi STTP. STTP memilih menerbitkan obligasi dengan suku bunga yang lebih rendah daripada utang dari perbankan dengan suku bunga yang lebih tinggi. Ke depannya laporan keuangan STTP akan menjadi lebih baik lagi dengan adanya ekspansi ini," kata Analys Recapital Securities, Adi Kiswoyo Joe, dalam keterangan tertulis, Senin (17/10/2016).
TOTO akan Stock Split untuk Ketiga Kalinya
PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) kembali memecah nilai nominal sahamnya alias stock split. Perseroan akan melakukan stock split saham dengan rasio 1:10. Management TOTO mengatakan, stock split dilakukan untuk menjangkau investor ritel. Dengan pemecahan saham ini, nilai nominal saham perseroan yang awalnya sebesar Rp 50 per saham akan turun menjadi Rp 5 per saham.
Ini sudah ketiga kalinya melakukan stock split. Pada tahun 2013, TOTO juga pernah melakukan stock split 1:10 sehingga, harga nominal saham turun dari Rp 1.000 menjadi Rp 100 per saham. Lalu, di tahun 2014, perseroan juga stock split dengan rasio 1:2 sehingga nominal sahamnya menjadi Rp 50 per saham. TOTO juga berharap aksi korporasi ini bisa meningkatkan likuiditas perseroan.
Manajemen menilai, saat ini kisaran harga saham perseroan sebesar Rp 5.000 - Rp 7.600 per saham dianggap masih terlalu tinggi, sehingga investor menengah ke bawah sulit untuk ikut berpartisipasi dalam perdagangan efek tersebut. Dengan mengacu harga saham pada perdagangan saat ini sebesar Rp 6.150 per saham, maka harga saham TOTO akan berada di kisaran Rp 615 per saham.
Rencananya, akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 19 Oktober 2016. Lalu, awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di kedua pasar tersebut pada 20 Oktober mendatang.
"Stock split TOTO akan membuat saham TOTO harganya lebih murah di market sehingga harapan dari management TOTO bahwa saham TOTO akan banyak di beli oleh investor ritel bisa tercapai dan efek stock split akan memberikan sentiment positif bagi TOTO dibandingkan dengan aksi corporation lainnya seperti right issue," tutup Adi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan