Sudah puluhan tahun PT Genteng Teracotta Industri mengandalkan gas bumi sebagai bahan bakar utama dalam produksi genteng keramik. Saat ini, genteng tersebut sudah diekspor hingga ke Malaysia dan Singapura.
"Kami sudah puluhan tahun mengandalkan gas bumi untuk produksi genteng. Gas-nya dipasok oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN)," kata Direktur Keuangan PT Genteng Teracotta Industri, Ana Merliana, Selasa (25/10/2016).
Pabrik genteng yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat ini, dalam sebulan dapat memproduksi hingga 550.000 lembar genteng keramik. Gas bumi PGN dimanfaatkan sebagai bahan bakar tungku atau oven untuk mengeringkan genteng yang berbahan dasar tanah.
Anna mengungkapkan, penggunaan gas bumi memberikan manfaat yang besar bagi pabriknya, karena selain membuat hasil genteng bersih, panas yang merata, gas bumi dari PGN juga mengalir terus selama 24 jam ke pabriknya.
"Apalagi pakai gas bumi memberikan penghematan besar pada kami, kalau pakai kayu bakar atau minyak biayanya tinggi sekali, apalagi cari kayu bakar tiap hari dalam jumlah banyak juga tidak mudah," ungkapnya.
Anna menambahkan, walau saat ini persaingan bisnis genteng sangat ketat dengan munculnya genteng metal, pasar genteng keramik masih cukup luas. Genteng Keramik memiliki keunggulan seperti tahan puluhan tahun dan tahan segala kondisi cuaca.
"Saat ini, genteng produksi kami sudah menyebar di berbagai daerah, bahkan sekarang sudah sampai ke Malaysia dan Singapura," ucapnya.
Ia menambahkan lagi, dalam sebulan pabrik genteng ini mendapatkan pasokan gas sebanyak 204.000 meter kubik dari PGN.
"Penggunaan gas terbukti lebih efisien dan aman. Apalagi sudah 3 tahun ini harga gas PGN nggak naik," katanya.
Kepala Pemasaran Area PGN Cirebon Ade Sutisna menambahkan, Genteng Teracotta Industri merupakan salah satu pelanggan PGN yang menikmati manfaat besar dari penggunaan gas bumi.
"Kami terus berkomitmen memperluas jaringan gas bumi di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Tak lama lagi gas bumi PGN akan mengalir ke berbagai industri di kawasan Kanci-Brebes," ungkap Ade Sutisna.
Hingga saat ini panjang pipa gas PGN di Cirebon sekitar 402 km yang memasok gas ke 19.301 pelanggan, mulai dari rumah tangga, usaha kecil menengah hingga industri besar.
Secara nasional, PGN memasok gas bumi ke lebih dari 116.600 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.900 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.580 industri berskala besar dan pembangkit listrik.
"Adapun total panjang pipa yang dibangun dan dioperasikan PGN mencapai lebih dari 7.200 km. Jumlah ini setara 78 persen pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia," tutup Ade Sutisna.
Berita Terkait
-
Rumah Sakit Pengguna Gas Bumi Dapat Service Khusus dari PGN
-
Kebut Persiapan Kilang Bontang, Pertamina Pakai Aset Badak NGL
-
HIPMI Tuding PLN Hambat Pengusaha Lokal di Proyek 35 Ribu MW
-
Jika RUU Migas Buntu, Pemerintah Didesak Terbitkan Perppu
-
Ini Respon Pertamina Soal Dugaan SPBE Tak Ada Izin Beroperasi
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50
-
J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi
-
Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan
-
Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor
-
BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan
-
Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026
-
Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan