Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, mengatakan bahwa jika ada kombinasi investasi di beberapa sektor lain seperti pariwisata, industri manufaktur, pertanian dan lain-lain, akan menghasilkan dinamika pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin cepat.
"Kita sudah punya destinasi wisata, tapi pembangunannya baru berjalan. Pariwisata akan lebih cepat menghasilkan dibandingkan infrastruktur," kata Darmin dalam keterangan resmi, Selasa (25/10/2016).
Setelah infrastruktur, langkah yang diambil pemerintah adalah deregulasi dan reform kebijakan ekonomi. Sejauh ini pemerintah telah mengeluarkan 13 paket kebijakan ekonomi. Isinya mulai dari, ease of doing business, mempermudah investor melakukan usaha, mempermudah perizinan, mendorong daya beli masyarakat sampai ke ekspor. "Sebenarnya itulah deregulasi," tutur Darmin.
Darmin menjelaskan jika seseorang memulai usaha, orang itu akan melakukan investasi terlebih dahulu. Investasi inilah yang pertama-tama dideregulasi, sehingga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kini memiliki layanan perizininan satu pintu, untuk satu atau delapan izin sekaligus. "Itu ada di lapangan, silakan dicek. Artinya investor-investor sudah memanfatkan itu," ucap mantan Komisaris Utama Bank Mandiri tersebut.
Kemudian selain investasi, tentunya memulai usaha, membangun izin usaha kemudian di prosesnya ada izin membangun, AMDAL, dan sebagainya. Sampai nanti mendorong ke masyarakat berpenghasilan rendah, dan sampai kepada ekspor.
Sejauh ini pemerintah sudah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid I hingga XIII. Pemerintah juga telah melakukan 204 deregulasi. Dari 204 deregulasi, 202 sudah keluar dan selesai. Namun Darmin mengakui ada kritik seolah pelaksanaannya belum terlihat.
Selain itu, pemerintah membentuk task force yang besar, namanya itu satuan tugas pecepatan dan efektivitas pelaksanaan paket kebijakan ekonomi, terdiri dari banyak kementerian dan lembaga yang di dalamnya ada empat kelompok kerja yang bekerja secara aktif.
Yang pertama kelompok kerja (pokja) kampanye dan diseminasi kebijakan. Kalau Anda tanya apa saja yang dikerjakan, belum lama ini mereka berkumpul dengan banyak sekali kedutaan dan asosiasi pengusaha asing untuk memberi penjelasan kepada mereka.
Pokja kedua adalah percepatan dan penuntasan deregulasi. Nah dan hasilnya 99% sudah terselesaikan.
Kemudian Pokja ketiga adalah evaluasi dan analisa dampak. Ini semuanya adalah non pemerintahan di poka III ini. Ada orang BI, analis, pengamat. Untuk mengevaluasi bagaimana bekerjanya deregulasi itu dan bagaimana dampaknya dari waktu ke waktu, karena itu masih berjalan terus.
Kemudian pokja yang keempat adalah penanganan dan penyelesaian kasus. Karena selalu ada kasus. Kasus itu bisa karena investornya salah paham, bisa juga pribadinya yang salah paham. Bisa juga keduanya. Kalau itu terjadi, kasusnya bisa banyak. Artinya pokja empat saya kira kewalahan betul untuk menyelesaikan kasusnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber
-
Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia
-
Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik
-
Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi
-
Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram
-
IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis
-
Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing
-
Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS
-
Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini