Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan paket kebijakan ekonomi jilid I sampai XIII mulai membuahkan hasil. Antara lain:
Pertama adalah Pusat Logistik Berikat. Kebijakan ini bertumpu di Menteri Keuangan dan Dirjen Bea Cukai. Saat ini sudah ada 28 Pusat Logistik Berikat (PLB) yang sudah mulai berjalan, menyebar di seluruh Indonesia. "Artinya dia tidak perlu di Jawa saja. Sehingga itu akan menolong juga kecepatan dan efisiensi logistik kita," kata Darmin dalam keterangan resmi, Selasa (25/10/2016).
Darmin menjelaskan PLB adalah tempat, di mana orang bisa mengumpulkan barang-barangnya, bisa di tempat yang khusus tapi belum diimpor. Barang tersebut harus keluar dari PLB terlebih dulu baru bisa diimpor. Jika si pengusaha mau mengekspor, hal ini bisa juga juga dilakukan. "Dia kumpulkan dulu di situ sebelum dia bayar apa-apa, nanti dia akan keluar dari PLB baru dia ekspor," jelas Darmin.
Saat ini dwelling time di Indonesia masih bervariasi antara 3 hingga 7 hari. Dengan adanya PLB, dwelling timenya bisa 1,3 atau 1,4 hari, alias jauh lebih cepat.
Capaian paket kebijakan ekonomi yang lain adalah proses perizinan 3 jam, kemudian kawasan industri di Jawa Tengah telah menunjuk 3 kawasan industri yaitu Kendal, Demak dan Ungaran. Selain itu juga akan muncul industri farmasi di Bitung yang akan dimulai pada tahun depan.
Terkait sisem pengupaha, pemerintah juga akan melihat terutama menyangkut mengenai upah minimum provinsi. Itu sudah dimulai setahun lalu. Ini periodenya untuk kita lihat seperti apa dia berjalannya. Paling tidak, adanya UMP pengupahan itu, kita tidak lagi sibuk. Tidak perlu berbicara atau berdebat habis-habisan pada bulan Oktober mengenai upah minimum. "Tentu masih harus ada diskusi. Tapi tidak ada demo-demo yang memang meresahkan banyak pihak," tambah Darmin.
Kemudian mengenai kemudahan dan insentif Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ada pembiayaan ekspor atau KURBE, ada kemudahan pengusaha bagi UMKM di luar negeri.
Kemudian mempersingkat proses-proses insentif fiskal yang telah dimanfaatkan 18 perusahaan dengan lama pengurusan itu rata-rata 13,4 hari. Kemudian agregator atau konsolidator produk-produk ekspor. Ini semua menjadi pelumas supaya ekonomi itu bisa berjalan lebih efisien dan lebih cepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga
-
DJP Hapus Sanksi Administratif Jika Lapor SPT Pajak Telat Lewati 31 Maret 2026
-
IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara