Pelaksanaan pendidikan vokasi industri di lingkungan Kementerian Perindustrian, baik pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan maupun Politeknik, saat ini telah menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan vokasi secara nasional. Pasalnya, unit pendidikan di Kemenperin telah berhasil membangun sistem pendidikan yang benar-benar berbasis kompetensi serta memiliki konsep keterkaitan dan kesepadanan (link and match) dengan dunia industri.
“Bapak Presiden dalam rapat terbatas dengan para Menteri Kabinet Kerja telah mengarahkan agar Kemenperin dapat menjadi leading ministry untuk pengembangan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi yang link and match dengan industri secara nasional,” kata Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat pada acara Wisuda Politeknik Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) yang dikelola oleh Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis (3/11/2016).
Oleh karena itu, menurut Syarif, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta kepada jajaran unit pendidikan di Kemenperin agar semakin memacu kinerjanya untuk mencapai visi dan misi sebagai role modelpendidikan vokasi industri berbasis kompetensi yang menghasilkan tenaga kerja industri yang kompeten dan berdaya saing.
Syarif menegaskan, Kemenperin berkomitmen untuk menghasilkan calon-calon tenaga kerja yang siap terjun di lapangan melalui pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi industri yang berbasis kompetensi. Dengan upaya tersebut, diharapkan peluang kerja di dalam negeri sepenuhnya diisi oleh tenaga kerja Indonesia, bahkan dapat mengisi pasar kerja di luar negeri.
“Penyiapan tenaga kerja industri yang kompeten sangat mendesak saat ini, mengingat telah diberlakukannyaMasyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang salah satunya menyepakati arus bebas tenaga kerja terampil(free flow of skilled labor) diantara negara-negara ASEAN,” tuturnya.
Menurut Syarif, untuk mendorong pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan, Undang-undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian mengamanatkan perlunya pembangunan tenaga kerja industri yang kompeten sebagai faktor input dalam pembangunan industri.
“Langkah-langkah pembangunan tenaga kerja industri kompeten, juga telah diatur dan dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah No 14 Tahun 2015, antara lain melalui pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi, pelatihan industri berbasis kompetensi, pemagangan industri, dan sertifikasi kompetensi,” paparnya.
Syarif mengatakan, pemerintah telah menetapkan arah pengembangan pendidikan vokasi yang akan diterapkan di Indonesia dengan mengadopsi konsep pendidikan dual system yang dilakukan di Jerman. Hal ini merupakan hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jerman pada bulan April 2016.
“Arahnya, antara lain kurikulum pendidikan mengacu pada standar kompetensi dan disusun bersama dengan industri,” ujarnya. Selain itu, memperbanyak pembelajaran praktek dengan komposisi mencapai 70 persen dari kurikulum dan menjalin kerja sama dengan industri untuk pelaksanaan magang siswa di perusahaan-perusahaan.
Mewisuda 556 Lulusan
Pada kesempatan tersebut, Syarif memberikan apresiasi kepada Politeknik APP Jakarta karena pada tahun inimewisuda sebanyak 556 lulusan, yang terdiri dari 478 lulusan program D3 reguler, 44 lulusan program Diploma 1 Logistik bekerjasama dengan ASPERINDO, dan 34 orang lulusan Program Beasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL).
“Kami mengucapkan selamat kepada semua lulusan Politeknik APP Jakarta, khususnya kepada 267 lulusan yang telah bekerja di sektor industri dan 44 orang yang memilih untuk melanjutkan pendidikan,” ucapnya.Sedangkan bagi para lulusan yang belum bekerja, kata Syarif, diharapkan Politeknik APP Jakarta dapatmemfasilitasi penempatan kerja di perusahaan industri.
Syarif menyampaikan, khusus para wisudawan program beasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) Industri Kecil Menengah (IKM) yang telah lulus, akan mendapatkan kontrak kerja selama dua tahun dengan Kemenperin untuk menjalankan orientasi industri dalam membina sentra IKM.
“Melalui program orientasi ini, diharapkan saudara dapat mengasah kemampuan dan belajar berwirausaha agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah saudara masing-masing,” paparnya.
Sementara itu, bagi para wisudawan program reguler, mereka juga dapat mengembangkan diri ke depan untuk menjadi wirausaha yang mandiri, sehingga bukan hanya mencari pekerjaan tetapi lulusan PoliteknikAPP Jakarta dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina