Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2017 menyiapkan anggaran sebesar Rp 109 miliar untuk membangun infrastruktur pendukung penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR, Anita Firmanti dalam Rapat Kerja (Raker) tentang Penanganan Bencana Erupsi Gunung Sinabung dengan Dewan Perwakilan Rakayat (DPD) RI, Selasa (8/11/2016).
Dalam raker yang dipimpin oleh Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba, Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Anggota Komite II Djasarmen Purba tersebut, turut hadir Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga, perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Staf Kepresidenan, Sekretaris Kabinet, DPRD Sumatera Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo dan lainnya.
Anita menjelaskan bahwa dari anggaran sebesar Rp 109 miliar, Rp 96,51 miliar diantaranya digunakan untuk melanjutkan pembangunan pengendali lahar berupa pembangunan bendung penahan (check dam), kantong lahar, bendung pengatur atau sabo dam, bendung konsolidasi serta pekerjaan normalisasi alur sungai dan pengendalian erosi di lereng-lereng Gunung Sinabung. Bangunan tersebut berfungsi untuk memperlambat proses sedimentasi dari lahar yang turun dengan mengendalikan gerakannya menuju bagian sungai di sebelah hilir.
Untuk akses jalan dilakukan pelebaran Jalan Ujung Aji hingga batas Kota Kabanjahe sepanjang dua kilometer dengan biaya Rp 12,5 miliar. Pelebaran jalan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memperlancar arus lalu lintas dan mobilitas warga sekitar. Saat ini alokasi anggaran tersebut masih dalam proses penelaahan di Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.
Sementara untuk tahun ini, Anita menerangkan bahwa Kementerian PUPR sedang memperbaiki aliran Sungai Lau Barus di Desa Perbaji, kemudian Sungai Lau Bakerah dan lainnya. “Perbaikan aliran sungai tersebut akan dilakukan hingga 2019, jadi kita (Kementerian PUPR) tidak berhenti memberikan dukungan,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa Kementerian PUPR telah memberikan dukungan terhadap penanganan erupsi Gunung Sinabung sejak 2015 lalu dalam masa tanggap darurat bencana. Dukungan yang diberikan diantaranya perkuatan tebing Sungai Lau Barus, Sungai Lau Bakerah, Sungai Lau Kacinggong, Sungai Lau Makam, pembuatan sabo dari beton sebagai jalan evakuasi dan pembuatan tanggul.
Kemudian pada masa tanggap darurat juga dilakukan penyediaan prasarana air bersih dan sanitasi seperti mobil tangki air dengan kapasitas 4.000 liter, truk angkut barang, mobil toilet kabin, mobil tinja, tenda hunian darurat, hidran umum, jerigen air, dan wc knockdown di 54 lokasi posko pengungsian.
“Kami juga membuat masterplan kawasan relokasi. Jadi kalau masyarakat sepakat, itu kalau tidak salah di Siosar. Sudah kami selesaikan masterplan-nya untuk 2.053 KK (Kepala Keluarga) dengan infrastruktur berupa penyediaan air minum, septic tank komunal dan juga pembangunan infrastruktur jalan dan drainase,” tuturnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei menambahkan bahwa akibat bencana tersebut ada kurang lebih sekitar 2.921 KK di empat lokasi yang menjadi korban. “Dalam penanganan bencana Sinabung tersebut ada program di sektor infrastruktur karena tidak mungkin ada permukiman tanpa infrastruktur,” katanya.
Seperti diketahui bahwa bencana erupsi Gunung Sinabung telah terjadi sejak 27 Agustus 2010 hingga saat ini. Akibatnya warga sekitar Gunung Sinabung tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan terpaksa mengungsi ke tempat pengungsian.
Berita Terkait
-
Sertifikasi Dapat Menjadi Modal untuk Para Pekerja Konstruksi
-
Pemerintah Alokasikan Rp187,5 Miliar Buat Restorasi 7 Danau
-
Tahun Depan Tenaga Kerja Konstruksi BUMN Harus Bersertifikat
-
Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Pulau Terluar Perbatasan RI
-
Proyek Jalan Tol Becakayu Seksi I Sudah Mencapai 78 Persen
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan
-
KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding
-
Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax
-
Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu
-
Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh
-
EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H
-
BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis
-
Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta
-
Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan
-
Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T