Suara.com - Defisit keuangan (pendapatan lebih kecil dibandingkan pengeluaran) adalah salah satu kondisi keuangan yang sering dirasakan oleh kebanyakan orang. Keadaan ini pun dapat terus berlanjut dan meningkatkan jumlah defisit tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kondisi ini adalah dengan melakukan program penundaan pengeluaran selama 1 bulan atau 30 hari.
30 hari adalah yang jangka waktu yang tepat untuk memperbaharui kondisi keuangan anda, karena 30 hari merupakan siklus transaksi (pendapatan dan pengeluaran) keuangan. Selama masa tersebut, Anda dituntut untuk menghemat segala bentuk pengeluaran guna mengembalikan kondisi keuangan.
Memang menunda pengeluaran bukanlah hal yang mudah, karena itu, terdapat beberapa tips yang dapat anda ikuti untuk program yang lebih efektif.
Langkah awal: Menyusun anggaran
Membuat record pengeluaran adalah hal yang penting sebagai upaya penyehatan keuangan, record yang diperlukan adalah pencatatan arus kas masuk dan keluar yang dijabarkan secara rinci, termasuk segala pengeluaran ekstra atau yang akan dilakukan. Selanjutnya, Anda harus membuat daftar pengeluaran berdasarkan prioritas dan mendesaknya kebutuhan tersebut.
Tandai beberapa pos pengeluaran yang memungkinkan untuk dipotong tanpa menimbulkan resiko keuangan. Contoh mudah adalah jangan menunda pembayaran kartu kredit karena akan membuat sejarah kredit anda buruk dan bunga pinjaman yang dikenakan kartu kredit akan diberatkan pada bulan selanjutnya.
Langkah kedua: Tunda pengeluaran secara bijak
Menunda pengeluaran tidaklah berarti menghentikan seluruh transaksi keluarnya uang, melainkan meminimalisasi dan mengubah aliran dana keluar sehingga terdapat dana ekstra untuk keperluan lainnya. Ada dua langkah muda untuk menunda pengeluaran secara bijak:
1.Kurangi penggunaan sumber uang belanja
Salah satu sumber dana pengeluaran yang menyesatkan adalah kartu kredit. Kartu kredit dapat membuat anda belanja secara impulsif dan tidak terkendali; ini disebabkan karena pengeluaran kartu kredit bersifat berhutang dengan limit. Jika belum mencapai limit, maka kartu kredit anda tetap dapat digunakan. Untuk membantu anda, anda dapat meninggalkan kartu kredit di rumah setiap anda pergi berbelanja, dengan begini akan lebih mudah mengendalikan diri.
2.Kurangi hasrat belanja
Cara termudah untuk mengurangi hasrat belanja adalah dengan menyusun kembali rumah atau kamar untuk mengetahui barang apa saja yang telah dimiliki dan tidak miliki. Dengan mengetahui apa yang dimiliki, Anda akan cenderung tidak membeli kembali barang tersebut, dan jika mendapati bahwa barang yang dimiliki terlampau banyak, anda pun akan menyadari perilaku konsumtif diri sendiri. Memang terdengar sulit, tetapi cobalah untuk mengurangi hasrat belanja paling tidak selama 30 hari.
Selain sifat pengeluaran tersebut, jenis pengeluaran juga berpengaruh, salah satu contoh pengeluaran yang dapat ditunda adalah hutang jangka pendek atau panjang. Contoh hutang jangka pendek adalah kartu kredit dimana kegagalan pembayaran dapat mengakibatkan jumlah hutang yang meningkat. Oleh karena itu, tundalah penggunaan kartu kredit bila sedang mengalami kondisi keuangan yang buruk.
Untuk utang jangka panjang, Anda dapat menundanya dengan melakukan negosiasi hutang. Tetapi negosiasi utang harus dilakukan ketika terdapat kebutuhan lain yang mendesak dan harus segera dibayar dan uang anda tidak mencukupi. Jika masih dapat mengalokasikan anggaran untuk pembayaran hutang, jadikanlah pos pembayaran hutang sebagai prioritas.
Langkah ketiga: Jangan ragu untuk meminta bantuan terdekat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang