Suara.com - Perusahaan-perusahaan besar Italia ada kemungkinan membangun pabriknya di Indonesia, kata mantan Perdana Menteri Italia Enrico Letta di Jakarta, Senin (28/11/2016).
"Itu juga menjadi keinginan kami untuk membangun pabrik di Indonesia khususnya dan ASEAN pada umumnya, hal tersebut akan dibahas dalam forum ekonomi yang akan datang dalam waktu dekat," ujar Letta, seperti dilaporkan Antara.
Letta mengungkapkan hal tersebut seiring dengan rencananya untuk menyelenggarakan forum ekonomi Italia-ASEAN di Jakarta dan Milan, Italia yang menurutnya bisa memperkuat hubungan dan meningkatkan kemungkinan investasi kedua belah pihak.
Dalam forum yang direncanakan pertama kali dihelat di Jakarta pada Mei 2017 itu nantinya akan hadir pengusaha-pengusaha Italia dan menteri-menteri pemerintah Italia terkait dengan ekonomi yang akan menerima presentasi perwakilan negara-negara ASEAN untuk kemungkinan investasi dan sebaliknya ketika di Milan, kata Letta.
Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dunia usaha khususnya dari Italia terkait potensialnya kawasan ASEAN untuk dunia usaha.
Di Indonesia sendiri, kata Letta, Italia akan mengucurkan dana investasi yang tidak sedikit dalam berbagai bidang terutama infrastruktur, energi terbarukan, permesinan, mode, makanan, otomotif.
"Juga beberapa sektor lainnya yang tidak bisa diungkapkan di sini, namun dari pertemuan saya dengan komunitas dunia usaha Italia, mereka mengaku sangat berminat berinvestasi dalam bidang lainnya," kata dia.
Akan tetapi kepastian untuk pembukaan pabrik dari perusahaan-perusahaan raksasa Italia seperti Ferrari, Fiat, Parmalat atau Lamborghini itu belum bisa dipastikan untuk saat ini karena masih belum diketahui hasil dari forum ekonomi tersebut.
"Namun saya harap nantinya hasil dari inisiatif ini adalah tidak hanya transaksi barang-barang saja tapi juga investasi dari kedua belah pihak terutama dengan Indonesia yang memainkan peran penting di ASEAN," tuturnya.
Baca Juga: Diganti Novanto, Ade Komarudin: Aku Rapopo
Senada dengan dia, Duta Besar Italia untuk Indonesia Vittorio Sandalli juga menyebut dengan diadakannya forum ekonomi Italia dan ASEAN tersebut akan mendorong investasi dua belah pihak, terutama Indonesia sebagai mitra dagang terbesar kedua di Uni Eropa dan Italia untuk kawasan Asia Tenggara.
"ASEAN merupakan mitra dagang terbesar kedua untuk UE dan Italia sendiri dengan nilai kerja sama sekitar 10 juta dolar AS, dan Indonesia sendiri memiliki nilai kerja sama 3,2 juta dolar AS. Dengan adanya forum ekonomi ini saya pikir akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia untuk memacu tingkat investasinya dan begitu juga sebaliknya," ucap Sandalli di lokasi yang sama.
Berita Terkait
-
BKPM Paparkan Paket Kebijakan Ekonomi ke 450 Pengusaha Jepang
-
BKPM: Investor Kimia dari Korsel Ingin Investasi di Indonesia
-
Per September 2016, Investasi Singapura ke RI 7,1 Miliar Dolar AS
-
BKPM: RI-Australia Berkolaborasi di Perdagangan dan Investasi
-
Arus Investasi di Indonesia Q3 2016 Sebesar Rp155,3 Triliun
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan