Penanaman pohon serentak di 34 provinsi dalam rangka dukungan aksi nyata Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) dan Hari Bakti PU ke-71 juga dilakukan di Kebun Raya Samosir, Pulau Samosir Provinsi Sumatera Utara, Rabu (30/11/2016). Penanaman pohon dilakukan diantaranya oleh Staf Ahli Menteri PUPR bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan yang juga selaku Koordinator GNKPA Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, Ketua Dewan Pembina GNKPA Djoko Kirmanto, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Maurin Sitorus, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional II Paul Ames Halomoan, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, dan Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hilman Nugroho.
"Pada hari ini, kita melakukan secara serentak Gerakan Penanaman Pohon yang merupakan salah satu aksi konkrit dan upaya nyata di 34 provinsi untuk memulihkan kondisi daerah aliran sungai, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menanam pohon, dan merawatnya. Penanaman pohon juga akan meningkatkan luasan dan kualitas ruang terbuka hijau sebagai fungsi esensial ekologis dan ruang kehidupan kita yang lebih berkualitas," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dirjen Pembiayaan Perumahan Maurin Sitorus.
Dikatakan, penanaman pohon dapat pula meningkatkan infrastruktur hijau, bukan sekedar sebagai objek fisik, melainkan juga menjadi tempat wisata dan pengembangan sosial-ekonomi masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kegiatan penanaman pohon, tambah Menteri Basuki dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan, serta sebagai bagian dari upaya konservasi sumber daya air.
Sebanyak 200 pohon ditanam di Kebun Raya Samosir untuk selanjutnya secara bertahap terus bertambah. "Kenapa dipusatkan disini, karena kawasan Danau Toba ada dalam perintah presiden pada 21 Agustus lalu untuk melanjutkan menyelesaikan penanaman. Saat ini penanaman kita tambah untuk 20 hektar, sebanyak 10 ribu pohon," tutur Khalawi di sela-sela acara tersebut.
Ditambahkannya kegiatan penanaman pohon serentak di 34 provinsi di Indonesia ini juga melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dan SNVT Cipta Karya yang berada dibawah Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Jenis tanamannya bervariasi, ada pohon kayu dan ada pohon buah-buahan, tergantung permintaan masyarakat. Seperti arahan Presiden tidak perlu bermilyar-milyar tapi yang penting hidup, dan setiap bulannya melalui GNKPA kita akan menanam terus," tambahnya.
Sementara itu Ketua Dewan Pembina GNKPA Djoko Kirmanto mengatakan bahwa dalam penyelamatan air, menanam pohon bukan satu-satunya yang bisa dilakukan melainkan juga melakukan penyelamatan air dengan menjaga kualitas air. "Gerakan seperti gerakan menjaga kali bersih juga merupakan bagian dari kegiatan GNKPA," tutur Djoko
Djoko juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan pada saat tertentu saja tapi juga harus menjadi perilaku masyarakat Indonesia dalam menyelamatkan air dan menghambat laju perubahan iklim.
Baca Juga: Kementerian PUPR Gencar Tanam Pohon di Proyek Infrastruktur
Tahun ini aksi penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari kegiatan memperingati Hari Bakti ke-71 Kementerian PUPR pada 3 Desember 2016 dan Hari Menanam Pohon Indonesia yang jatuh pada tanggal 28 November 2016, serta sebagai komitmen Kementerian PUPR dalam mensukseskan Revitalisasi GNKPA.
Berita Terkait
-
Kementerian PUPR Gencar Tanam Pohon di Proyek Infrastruktur
-
Pembangunan Infrastruktur Terganjal Hukum, Ini Cara Mengatasinya
-
Pemangkasan Biaya Perizinan akan Dongkrak Program Sejuta Rumah
-
35 Insinyur dan Arsitek Indonesia Dapat Sertifikat Tingkat ASEAN
-
Kementerian PUPR Akan Bangun Terowongan di Curug Jompong
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Grab Siapkan Dana Jumbo untuk Bonus Hari Raya Jelang Lebaran 2026
-
BEI Akan Terbitkan Daftar Saham yang Pemiliknya Terkonsentrasi
-
Produksi Migas Digenjot, SKK Migas Siapkan 100 Sumur Eksplorasi di 2026
-
Pengidap Autoimun Ini Ubah Tanaman Herbal Jadi Ladang Cuan, Omzet Tembus Ratusan Juta
-
Pasca Danantara, Akademisi Soroti Risiko Hilangnya Karakter Publik BUMN
-
Dari 45.000 Sumur Rakyat, Baru 1 UMKM yang Berhasil Produksi Minyak
-
Dapat Arahan Prabowo, Bahlil Ungkap Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut
-
Layanan Pelabuhan Dikeluhkan, Pengusaha Minta Pemerintah Turun Tangan
-
Resmi! BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Direktur Utama, Jamin Transparansi Saham RI
-
Purbaya: Kita Negara Maritim Tapi Kapal Beli dari Luar