Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan kebijakan redenominasi bukan dalam konteks mengurangi nilai uang rupiah tapi untuk membuat rupiah lebih kuat di dunia internasional.
Mukhammad Misbakhun mengatakan hal itu ketika melakukan sosialisasi redenominasi dan mata uang baru Republik Indonesia di daerah pemilihannya di Jawa Timur II yakni Pasuruan dan Probolinggo, Jumat, seperti dikutip melalui siaran persnya.
Mukhamad Misbakhun mengisi kegiatan resesnya pada 16 Desember 2016 hingga 7 Januari 2017 antara lain melakukan sosialisasi redenominasi dan mata uang baru Republik Indonesia di daerah pemilihannya.
"Pada reses ini, saya melakukan sosialisasi pentingnya redenominasi ke para pemangku kepentingan masyarakat di Pasuruan dan Probolinggo. Kebijakan redenominasi harus diawali dengan sosialisasi yang baik, benar, dan tepat," kata Misbakhun melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut Misbakhun, Pemerintah dan Bank Indonesia sepatutnya melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat mengenai kebijakan redenominasi dan pengenalan mata uang rupiah baru.
Redenominasi, kata dia, diberlakukan bukan dalam konteks mengurangi nilai uang rupiah, tapi untuk membuat rupiah lebih kuat di dunia internasional.
Pada acara serap aspirasi masyarakat di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat, muncul pertanyaan seputar mata uang baru Indonesia yang dinilai mirip mata uang Yuan.
"Anggapan sebagian masyarakat yang menilai mata uang baru rupiah mirip dengan mata uang Yuan tidaklah benar," katanya.
Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, desain mata uang baru adalah karya terbaik anak bangsa yang sebelumnya telah dilakukan kajian mendalam.
Gambar-gambar yang terpajang pada mata uang baru Indonesia, lanjut dia, adalah representasi berbagai tokoh pahlawan yang turut menjaga keutuhan NKRI.
"Redenominasi itu hal menarik untuk memperkuat citra perekonomian Indonesia di dunia internasional," katanya.
Adanya anggapan bahwa nilai rupiah dibandingkan dolar tidak mencerminkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sesungguhnya, menurut Misbakhun, hal itu tidak tepat. Karena menurutnya, produk domestik bruto (PDB) Indonesia menempati urutan ke-16 di antara negara-negara G-20.
"Pada titik inilah, Partai Golkar sebagai partai pendukung Pemerintah turut mendukung kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah melakukan sosialisasi lebih masif dan tepat sasaran, mengingat redenominasi adalah hal penting bagi masyarakat. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM