Rencananya, apabila panjang runway telah memadai, Bandara Juwata akan menambah rute internasional, yang selain untuk mobilisasi penumpang, juga dapat mengakomodir pengangkutan hasil sumber daya laut Tarakan ke wilayah-wilayah luar negeri.
“Nantinya, kita akan siapkan cold storage di Juwata, untuk menyimpan komoditas laut yang hendak diekspor. Proses ekspor komoditi laut akan di-support dengan baik oleh Bandara Juwata,” papar Hemi.
Bandara Juwata, lanjut Hemi, akan menjadi salah satu penyokong utama aktifitas perdagangan di wilayah Kaltara. Peningkatan aktifitas pariwisata dan perdagangan akan turut mendukung pertumbuhan ekonomi warga Kaltara.
“Ini sekaligus pengimplementasian dari semboyan Kementerian Perhubungan, ‘Wahana Manghayu Warga Pertiwi’, yang maknanya Perhubungan sebagai wahana untuk menyejahterakan bangsa dan negara. Transportasi kita mampu menyokong perekonomian warga,” tandas Hemi.
Integrasi dengan Angkutan Sungai dan Laut
Selain perpanjangan runway, yang juga tengah dipersiapkan dengan serius adalah konsep konektivitas antara Bandara Juwata dengan angkutan sungai dan laut. Ke depannya, Bandara Juwata akan menjadi bandara pertama yang terkoneksi langsung dengan angkutan sungai dan laut, yang menghubungkan wilayah di sekitar kota Tarakan, yakni Nunukan, Bulungan, Malinau dan Tana Tidung.
"Saat ini Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tengah menggodok rencana pembuatan dermaga atau pelabuhan khusus speedboat, yang akan terkoneksi dengan pelabuhan-pelabuhan lain di sekitar wilayah Tarakan," papar Hemi.
Pembangunan dermaga di wilayah Bandara ini, terang Hemi lagi, memungkinkan penumpang pesawat udara untuk langsung terkoneksi dengan moda angkutan sungai atau laut. Integrasi antara angkutan udara dengan angkutan laut dimaksudkan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat Kaltara.
Peningkatan Kualitas SDM
Baca Juga: Ini 3 Proyek Infrastruktur Perhubungan yang Disetujui RI-Jepang
Hanya masalahnya, lanjut Hemi, proses pengembangan prasarana dan peningkatan kapasitas fisik, seperti perpanjangan runway dan pembangunan dermaga tentu memakan waktu yang tidak sebentar.
"Perlu waktu setidaknya 3 tahun untuk perpanjangan runway. Karena kita perluasan ke arah laut, maka prosesnya dimulai dari reklamasi, pemadatan lahan, baru masuk ke pembangunan," terang Hemi.
Begitupun pembangunan fisik dermaga di Bandara Juwata. Setelah semua aspek selesai dikaji, pembangunan dermaga sampai dengan siap digunakan kira- kira membutuhkan waktu sekitar 2 tahun.
Untuk itu, paralel dengan pelaksanaan pembangunan prasarana, banyak hal lain yang juga tengah diupayakan oleh UPBU Juwata. Yang menjadi fokus utama saat ini, lanjut Hemi, adalah pembenahan internal, yakni peningkatan kualitas SDM, peningkatan pelayanan, dan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Rp. 40 miliar di tahun 2017 mendatang.
SDM memegang peranan penting dalam pengelolaan dan pengoperasian Bandara. Untuk itu, perbaikan dan penyempurnaan terus dilaksanakan oleh Bandara Juwata. Peningkatan kualitas SDM saat ini tengah gencar dilakukan melalui berbagai program pelatihan. Selain itu juga dilakukan penyempurnaan struktur organisasi UPBU Juwata, melalui pembentukan beberapa unit kerja baru, seperti Hubungan Masyarakat, yang diharapkan dapat menyokong performa UPBU Juwata.
Pengembangan prasarana dipadukan dengan pengelolaan profesional oleh SDM berkualitas, tentu akan menghasilkan output yang baik untuk masyarakat. Harapannya, lanjut Hemi, Bandara Juwata dapat membantu menyokong perdagangan dan pariwisata daerah, sekaligus juga menjalankan peran sebagai tulang punggung perekonomian negara.
"Transportasi dan konektivitas yang baik akan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin mengokohkan peranan Bandara Juwata sebagai salah satu prasarana transportasi yang dapat menyokong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kaltara dan sekitarnya,” pungkas Hemi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya