Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan penjualan 10.000 unit rumah komersil pada tahun 2017 atau meningkat dibanding target 2016 yang hanya 8.000 unit.
Ketua DPD REI Sumsel Hariyadi Bengawan di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (4/1/2017), mengatakan REI optimitis target itu dapat tercapai karena beberapa indikator dan parameter ekonomi di Sumsel mulai membaik.
"Sumsel bertumpu pada sektor perkebunan, dan untuk harga karet sendiri sudah naik pada akhir tahun lalu," kata Hariyadi.
Perbaikan sektor utama ekonomi Sumsel itu diperkirakan akan mendongrak daya beli masyarakat yang selama ini tertekan akibat penurunan harga komoditas sejak 2013.
Oleh karena itu REI berani menaikkan target meski target tahun 2016 tidak tercapai.
Bukan hanya penjualan rumah komersil, menurut Hariyadi, penjualan rumah subsidi juga turut terkerek naik.
Apalagi, Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait rumah subsidi bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah telah memberikan kemudahan agar kelompok masyarakat miskin dapat memiliki rumah dengan bantuan uang muka Rp4 juta, suku bunga hanya lima persen dari harga rumah dan tenor sampai 20 tahun.
Saat ini rumah subsidi pemerintah dipatok Rp123 juta dari harga sebelumnya Rp116 juta.
Menurut Hariadi, kenaikan itu tertutupi karena pemerintah juga memberikan kemudahan untuk kepemilikan rumah melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dapat diakses di beberapa bank.
"Kebijakan ini diharapkan semakin mendongrak market share penjualan rumah subsidi," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus
-
BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026
-
Yuk Serbu Diskon Tarif Jalan Tol Mulai 26 Maret 2026, Hindari Puncak Arus Balik di Akhir Pekan
-
Kesadaran Investasi Emas Naik, Masyarakat Manfaatkan THR untuk Aset Masa Depan
-
Maskapai Minta Harga Tiket Pesawat Naik 15 Persen, Kemenhub Janji Pertimbangkan
-
Cerita Purbaya Lapor SPT Tahunan: Kurang Bayar Rp 50 Juta, Isi Coretax Dibantu Orang Pajak
-
Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk
-
OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027
-
Penumpang Whoosh Naik 11% saat Lebaran 2026, Tren Pengguna Kereta Cepat ke Bandung Masih Tinggi
-
Diskon Tol 30 Persen Jasa Marga Berlaku 2627 Maret 2026, Strategi Urai Puncak Arus Balik Lebaran