Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Kamis (Jumat pagi WIB). Kondisi ini didorong dua aspek yakni, pelemahan dolar AS dan ketidakpastian politik.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Maret naik 8,5 dolar AS atau 0,69 persen, menjadi menetap di 1.241,60 dolar AS per ounce.
Emas mendapat dukungan luas karena indeks dolar AS turun 0,59 persen menjadi 100,49 pada pukul 18.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi para investor.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 29 poin atau 0,14 persen pada pukul 18.20 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.
Sejak Rabu (15/2), peluang untuk kenaikan suku bunga telah meningkat secara signifikan. Investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 paling cepat selama pertemuan FOMC Mei.
Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,75 ke setidaknya 1,00 adalah 18 persen pada pertemuan Maret dan 44 persen untuk pertemuan Mei.
Namun demikian, keuntungan emas dibatasi karena laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Kamis (16/2) menunjukkan rumah yang baru dibangun (housing starts) mencapai 1,246 juta unit, lebih baik dari yang diharapkan, dan izin mendirikan bangunan berada di tingkat tertinggi satu tahun, pada 1,285 juta izin, yang juga lebih baik daripada perkiraan. Analis mencatat bahwa peningkatan secara tahun ke tahun juga signifikan.
Logam mulia diletakkan di bawah tekanan lebih lanjut ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (16/2) menunjukkan klaim pengangguran awal meningkat jauh lebih baik dari yang diperkirakan 5.000 ke level 239.000 pada minggu yang berakhir 11 Februari. Analis mencatat bahwa kedua angka-angka ini sangat kuat.
Baca Juga: Temuan Mengejutkan Tim Ahok di Pilkada Putaran Pertama
Emas juga tertekan secara luas karena Survei Prospek Bisnis Fed Philadelphia melonjak ke 43,3, menunjukkan angka ukuran terkuat sejak Januari 1984. Analis mencatat bahwa pesanan baru meningkat sebesar 12 poin menjadi 38.
Perak untuk pengiriman Maret naik 11,1 sen, atau 0,62 persen, menjadi ditutup pada 18,074 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 5,8 dolar AS, atau 0,57 persen, menjadi ditutup pada 1.015,70 dolar AS per ounce. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Indonesia Beli Migas dari Rusia, Lalu Bagaimana dengan Amerika? Ini Jawaban Bahlil
-
Cabai Melonjak Tajam, Telur Ikut Naik, Harga Minyak Goreng Justru Turun
-
Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%
-
Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS
-
Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua
-
Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180
-
Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram
-
Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru
-
IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan
-
Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan