Direktur Eksekutif Center off Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan bahwa langkah pemerintah mendorong konsorsium BUMN tambang untuk membeli saham 10,64 persen milik PT Freeport Indonesia bukanlah langkah yang tepat. Apalagi harga yang dipatok PT Freeport Indonesia senilai 1,7 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) menurutnya terlalu mahal.
Harga 1,7 miliar Dolar AS adalah harga yang disampaikan oleh PT Freeport Indonesia kepada pemerintah Indonesia pada awal tahun 2016 lalu. Pemerintah sendiri, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersikeras bahwa harga yang pantas untuk saham tersebut adalah 630 juta Dolar AS. Harga ini mengacu Permen ESDM nomor 27 tahun 2013.
"Sehingga sampai habis dikeduk semua emas ditambang Freeport tidak akan pernah ketemu harga yang sesuai antara Pemerintah Indonesia dgn PT Freeport Indonesia," kata Yusri dalam keterangan resmi, Sabtu (18/3/2917).
Menurutnya, jangan pernah bermimpi indah bahwa Pemerintah Indonesia bisa menguasai saham sampai 51 persen agar bisa menjadi pemegang saham pengendali (PSP). Untuk membeli saham PT Freeport Indonesia senilai 10,64 persen saja tidak akan pernah bisa terealisasi.
"Jadi penguasaan saham mayoritas lebih mudah dan efisien melalui mekanisme pemberian izin usaha operasi produksi kepada konsorsium BUMN Tambang pada saat 2 tahun menjelang berakhirnya kontrak PT FI desember 2021. Cara ini seperti mekanisme penunjukkan Pertamina sebagai operator Blok Mahakam 2015, Blok Siak2013 dan Coastal Plain Pekanbaru tahun 2001," jelas Yusri.
Untuk tidak membuang waktu dan menjaga kepentingan nasional, maka penugasan pembangunan smelter kepada konsorsium BUMN tambang dianggap lebih realistis untuk dilaksanakan. Cara ini jauh lebih rasional dibandingkan pemerintah membenamkan uang sebesar 1,7 miliar Dolar AS hanya utk membeli saham sebanyak 10,64 persen.
"Apalagi sudah 4 tahun belakangan ini PT Freeport Indonesia tidak membayarkan devidennya kepada Pemerintah Indonesia atas saham 9,36 persen," tutup Yusri.
Baca Juga: Konsorsium BUMN Tambang Diminta Bangun Smelter Sendiri
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta
-
Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram
-
Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM