Untuk mengejar ketertinggalan dalam penyediaan infrastruktur, Pemerintah membuka peluang sebesar-besarnya kepada pihak swasta untuk turut serta membangun infrastruktur.
Hal tersebut berdasarkan pada kemampuan APBN yang hanya berkisar 25 persen dari total kebutuhan pembangunan infrastruktur. Sehingga dibutuhkan dukungan investasi dari dunia usaha (swasta).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan Kementerian PUPR telah memberikan kesempatan yang luas kepada pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur bidang PUPR seperti jalan tol, air minum, dan bendungan.
"Swasta diberi kesempatan pertama. Kalau swasta tidak tertarik, kita menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Lalu, bila masih tidak menarik, penugasan BUMN, baru instrumen APBN digunakan sebagai alternatif terakhir," kata Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Selasa (28/3/2017).
Salah satu proyek yang banyak melibatkan dana investasi badan usaha menurut Basuki saat ini adalah jalan tol, contohnya pada ruas tol Balikpapan-Samarinda yang menggunakan investasi badan usaha dan dukungan pemerintah. "Pada ruas jalan tol Samarinda Balikpapan sepanjang 60 km investasinya berasal dari swasta dimana sebelumnya tersendat. APBN hanya dialokasikan untuk pembangunan jembatan Manggar, lalu APBD digunakan untuk pembangunan ruas jalan 10 km. Intinya realisasi pembangunan dikeroyok, tapi porsi teebesar adalah investasi swasta. Dari total panjang 99.2 km jalan tol Samarinda - Balikpapan, 60 km lebih berasal dari investasi," ujarnya.
Sementara itu Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-16 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta (27/3) mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) akan dapat memberikan keringanan bagi pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur, terutama bagi pemerintah daerah yang masih banyak membutuhkan penyediaan infrastruktur yang memadai bagi masyarakat.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan dana APBN/APBD saja, tetapi diperlukan kerjasama dengan swasta dengan skema KPBU," tutur Yusid yang hadir mewakili Menteri Basuki.
Dihadapan peserta Rakernas tersebut, Dirjen Bina Konstruksi menjelaskan bahwa pemerintah mendukung penuh tumbuhnya kewirausahaan untuk menciptakan kesejahteraan di tengah masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, saat ini Kementerian PUPR sedang mensosialisasikan UU No.2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi di berbagai wilayah Indonesia. Undang-undang ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan tata kelola dan dinamika pengembangan jasa konstruksi Indonesia sejalan dengan perkembangan dunia konstruksi saat ini.
Yusid mengharapkan dengan adanya forum ini dapat menjadikan pengetahuan bagi para pengusaha muda untuk memahami usaha pemerintah dalam membangun Infrastruktur PUPR dengan skema Public Private Partnership (PPP)/KPBU yang sedang dijalankan Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Konstruksi.
Baca Juga: Rayakan Nyepi, Kementerian PUPR Tutup Tol Bali Mandara
Turut hadir dalam acara ini antara lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, dan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Archandra Tahar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
BEI Buka Kembali 5 Emiten Ini, Cek Pergerakan Sahamnya
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Antisipasi Force Majeure, Askrindo Siapkan Strategi Keberlanjutan Bisnis
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI, Jamin Tak Intervensi BPS
-
Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Januari 2026 Naik 30 Persen: Ekonomi Lagi Bagus!
-
OJK Hormati Langkah Hukum Polri Datangi Shinhan Sekuritas Terkait Saham Gorengan
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Konsolidasi di Tengah 'Perang' Lawan 'Saham Gorengan'
-
Industri Kecam Penyalahgunaan Narkoba di Vape
-
Harga Emas Turun Lagi Hari Ini, Terkoreksi Masif di Pegadaian
-
Withdrawal Binance Mendadak Error, Apa Penyebabnya?