Suara.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan menindak tegas spekulan harga dan juga pelaku penimbunan barang kebutuhan pokok, khususnya menjelang bulan puasa dan mengambil keuntungan yang tidak wajar.
Ditemui saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, Enggartiasto mengatakan bahwa langkah tersebut diambil oleh Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan kepolisian dan Satgas Pangan.
"Spekulan jangan berani coba-coba tahun ini. Kami akan tindak tegas. Jika ada penimbunan akan kami tangkap, akan kami buat dia miskin dan akan berhadapan dengan kasus hukum," kata Enggartiasto, menegaskan.
Enggartiasto mengatakan hal tersebut khususnya terkait komoditas bawang putih yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan harga.
Tercatat, sejak awal 2017, harga bawang putih mengalami kenaikan dengan rata-rata harga tingkat nasional sebesar Rp50.680 per kilogram atau naik 31,5 persen jika dibandingkan Januari yang sebesar Rp38.554 per kilogram.
"Saya tidak akan memberikan toleransi mengenai permainan harga. Dan jika melihat ada upaya penimbunan, maka kepada mereka satgas pangan dan dari kepolisian akan mengambil tindakan hukum. Ini yang akan kita lakukan," ujarnya.
Pemerintah menyatakan bahwa hingga akhir Mei 2017, akan ada tambahan pasok bawang putih sebanyak 7.672 ton terutama di Jakarta, Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya. Saat ini, harga bawang putih di tingkat konsumen diharapkan tidak lebih dari Rp38.000 per kilogram.
Kebutuhan bawang putih dalam negeri, kurang lebih mencapai 435.000 ton per tahun. Dari total kebutuhan tersebut, sebanyak 99,25 persen pasokan Indonesia berasal dari Tiongkok, sementara produksi bawang putih di dalam negeri hanya sebanyak 20.000 ton per tahun.
"Bagi para importir dan pedagang, sebaiknya segera melepas, karena pasar akan dibanjiri dengan bawang putih harga murah. Juni akan masuk lagi, dalam skala yang besar untuk mengisi kebutuhan pasar khususnya menjelang bulan Ramadhan," tuturnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Harta Kekayaan Riva Siahaan, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga
-
Harga Emas Stabil di Pegadaian, Bertahan Kisaran 3 Jutaan pada 1 Maret 2026
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar