Suara.com - PT PLN (Persero), Kamis, menandatangani delapan kontrak pembangunan pembangkit dan transmisi listrik dengan nilai Rp7,2 triliun, yang merupakan bagian dari program mewujudkan pengadaan listrik 35.000 MW.
Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam rilis di Jakarta, Kamis mengatakan penandatanganan tersebut terdiri atas kontrak rekayasa, pengadaan, konstruksi (engineering, procurement, construction/EPC) untuk enam pembangkit berdaya total 735,5 MW senilai Rp6,28 triliun.
Ditambah, dua paket pembangunan jaringan transmisi 150 kV sepanjang 246 kilometer sirkuit (kms) senilai Rp299 miliar.
"Total biaya keseluruhan proyek ini mencapai Rp7,2 triliun," ujarnya.
Menurut dia, pembangunan proyek tersebut direncanakan rampung pada 2018, sehingga rencana pemerintah mewujudkan target rasio elektrifikasi sebesar 99 persen pada 2019 dapat tercapai.
Rincian penandatanganan delapan kontrak itu adalah lima EPC pembangkit yaitu MPP Paket 3 (PLTMG Tanjung Selor 15 MW, PLTMG Biak 15 MW, PLTMG Merauke 20 MW, PLTMG Langgur 20 MW, dan PLTMG Seram 20 MW) total 90 MW.
Lalu, MPP Paket 4 (PLTMG Maumere 40 MW, PLTMG Bima 50 MW, dan PLTMG Sumbawa 50 MW) total 140 MW, MPP Paket 5 (PLTMG Ambon 30 MW, PLTMG Bau-Bau 30 MW dan PLTMG Jayapura 40 MW) total 100 MW, PLTD Lot III dengan daya 77,5 MW di 64 lokasi, dan PLTD Lot IV 328 MW di 60 lokasi.
Kontrak lainnya adalah dua paket pengadaan pembangunan transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV di Kalimantan Barat yakni ruas Tayan-Sanggau 146 kms dan Sanggau-Sekadau 100 kms.
Terakhir, satu surat penunjukan (LOI) proyek MPP Nias 25 MW.
Sebelumnya, PLN telah menandatangani proyek pembangunan PLTD tersebar yakni Lot I berdaya 10,3 MW dan Lot II 27,2 MW.
Total proyek PLTD tersebar di seluruh Indonesia mencapai 772 unit dengan daya 443 MW.
"Kalau dibandingkan dengan pembangkit di Jawa tentu nilainya tidak besar. Tetapi, bagi penduduk pulau-pulau tersebut memberikan manfaat yang sangat besar. Pembangkit 1-2 MW di pulau kecil dan terluar itu sama besarnya dan sama pentingnya dengan 1.000 MW di Jawa," kata Sofyan.
Ia melanjutkan sampai kini, pihaknya sudah menandatangani 23 ribu MW dari total 35 ribu MW.
"Jadi, masih ada 12 ribu MW lagi, yang insya Allah tahun ini semua selesai untuk proyek 35 ribu MW," katanya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI
-
Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan
-
Kata Toko Ritel Mewah Milik Djarum Soal Kehadiran Kopdes Merah Putih
-
Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
-
Di Tengah Tekanan Ekonomi, Jakarta Fair 2026 Tetap Bidik Target Transaksi Tinggi
-
Jangan Seperti Industri Tekstil, Buruh Rokok Wanti-wanti Soal Regulasi IHT
-
Beli Saham Global Kini Bisa Lewat Token Kripto
-
IHSG Tiba-tiba Hijau Saat Pembukaan Jumat Pagi ke Level 5.846, Saham TPIA Jagoan
-
BTN JAKIM 2026 Buka Race Expo, Dorong Perputaran Ekonomi dan UMKM Jakarta
-
Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS