PT Adhi Karya (Persero) Tbk tak cuma mengandalkan proyek-proyek infrastruktur dari pemerintah. Emiten berkode saham ADHI ini juga makin serius menggarap proyek dari kalangan swasta.
"Salah satunya kamu juga terlibat dalam penggarapan proyek pembangunan kota mandiri Meikarta," kata Direktur Keuangan dan Legal Adhi Karya, Haris Gunawan di Jakarta, Kamis (16/5/2017).
Haris saat ini mengatakan Adhi Karya sedang berusaha mengamankan pendanaan untuk proyek besar dari Lippo Group tersebut. Saat ini, nilai pembiayaan dari sebagian proyek konstruksi Meikarta yang menjadi domain Adhi Karya mencapai Rp400 miliar.
"Tapi ini akan bertambah terus yang kita kerjakan sampai menjadi Rp1,5 triliun," jelas Haris.
Ia mengakui proses konstruksi beberapa tower Meikarta yang menjadi bagian dari kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut masih belum dilakukan. Proses perizinan proyek ini diyakini akan selesai pada tahun ini.
"Saya kira tahun ini sudah bisa dimulai konstruksinya," tutup Haris.
Sebagaimana diketahui, Meikarta adalah megaproyek terbaru dari Lippo Group. Menurut Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group, James Riady. proyek ini memiliki total nilai melebihi Rp278trilliun.
James menegaskan bahwa Meikarta ini merupakan proyek investasi Lippo yang terbesar yang pernah dikerjakan selama 67 tahun sejarah berdirinya perusahaan ini. Lokasi kota raksasa ini berada di jantung ekonomi Indonesia, tepatnya di koridor Jakarta-Bandung.
Baca Juga: IPO Adhi Persada Gedung Baru Dilakukan Kuartal I 2018
Kota raksasa modern Meikarta berada di tengah tengah koridor ini dan di kelilingi beberapa kota baru seperti Lippo Cikarang, Jababeka, MM2100, dan lain sebagainya. Disinilah juga pusat keseluruhan industrialisasi Indonesia dimana lebih dari satu juta mobil, sepuluh juta motor dan jutaan kulkas, TV dan alat alat rumah tangga di produksi per tahun.
Berita Terkait
-
IPO Adhi Persada Gedung Baru Dilakukan Kuartal I 2018
-
Adhi Karya Makin Gencar Ekspansi Bisnis ke Sektor Properti
-
Kontrak Baru Adhi Karya per Mei 2017 Capai Rp5,3 Triliun
-
Pembiayaan Infrastruktur Bank Syariah Mandiri 2017 Rp3,70 Triliun
-
Jasa Marga Dapat Pembiayaan Rp1 Triliun Untuk Bebaskan Lahan Tol
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang