Suara.com - Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Indonesia Jimly Asshiddiqie mengingatkan kepada pemerintah dan DPR dalam menyusun Rancangan Undang-undang Persaingan Usaha jangan ada unsur kepentingan masing-masing di dalamnya.
“Jangan sampai hanya memikirkan keinginannya masing-masing. Misal, pemerintah jangan hanya melihat dari kepentingan pemerintah untuk memperkuat otoritasnya. Begitu sebaliknya dengan DPR,” kata Jimly di Jakarta, Senin (4/9/2017).
Menurut Jimly, ada hal yang lebih penting yang harus dipikirkan ketimbang mengedepankan kepentingan masing-masing. Pasalnya, dalam setiap keputusan yang dituangkan dalam RUU Persaingan Usaha ini akan berhubungan posisi KPPU.
“Jangan sampai adanya RUU Persaingan Usaha ini justru melemahkan posisi KPPU. Kehadiran KPPU ini kan untuk memantau agar kondisi perekonomian lebih baik. Jangan sampai politik dan ekonomi kolaborasinya tidak ke control,” katanya.
Oleh sebab itu, lanjut Jimly dalam penyusunan RUU Persaingan Usaha sebaiknya pemerintah dan DPR benar-benar mendengar pengalaman KPPU selama menjadi pengawas persaingan usaha.
Mengenai evaluasi dan kritik terhadap hukum acara perkara di KPPU, pemerintah dan DPR sebaiknya memanggil Mahkamah Agung untuk dimintai pendapatnya.
“Secara hukum dalam proses penyusunan memang KPPU tidak terlibat, tetapi masak tidak didengar,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
-
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
-
Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas
-
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana