Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan sosok ideal para CPNS untuk dapat bergabung dengan Kementerian Keuangan. Sosok tersebut diharuskan dapat berkomitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai Kemenkeu selama masa karirnya di lingkungan Kemenkeu.
“Kita ingin manusia yang memiliki integritas, yang memang ingin menjaga profesionalisme dan bisa bekerja secara sinergis, memiliki jiwa pelayanan dan selalu berikhtiar untuk menuju kesempurnaan,” kata Ani, Jumat (8/9/2017).
Seperti diketahui, Kementerian Keuangan membuka penerimaan 2.880 Calon Pegawai Negeri Sipil untuk tahun anggaran 2017. Formasi ini diperuntukan bagi rekrutmen umum (non PKN STAN) bagi 3 jenjang pendidikan yaitu untuk 733 orang Sarjana 1, satu orang Magister dan 2.146 orang Diploma Umum atau D3.
Dari jumlah tersebut akan dialokasikan untuk Lulusan Terbaik sebanyak 73 orang, Penyandang disabilitas (nantinya akan dialokasikan untuk seluruh unit kecuali DJBC) sebanyak 12 orang, Putra/Putri Papua dan Papua Barat (nantinya akan dialokasikan untuk unit yang memiliki instansi vertikal di Papua) sebanyak 26 orang.
Alasan dilakukannya penerimaan pegawai baru ini adalah dalam kurun waktu 2015-2017 terdapat 4.708 pegawai pensiun dan dalam kurun waktu 5 tahun yaitu antara 2015-2019 diproyeksikan terdapat 8.029 pegawai pensiun.
Pemetaan formasi atas perekrutan tersebut adalah 201 orang untuk Sekretariat Jenderal, 1.721 orang untuk Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sejumlah 575 orang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Resiko membutuhkan 10 pegawai baru, Badan Kebijakan Fiskal membutuhkan 20 orang serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan juga membutuhkan 26 pegawai baru.
Sri Mulyani pun mengingatkan para Calon Pegawai Negeri Sipil agar pada saat proses perekrutan di lingkungan Kementerian Keuangan tidak tertipu oleh oknum yang mengaku dapat memuluskan upaya kelulusan.
“Proses rekrutmen Kemenkeu didasarkan pada prinsip transparan, objektif, kompetitif, bebas KKN, tidak diskriminatif dan tidak dipungut biaya," kata Ani.
Menurut Ani, jika CPNS ditawari oleh oknum atau pihak yang menjanjikan dapat meluluskan dalam ujian CPNS segera melaporkan ke Kementerian Keuangan. Menurutnya, tindakan tersebut termasuk dalam tindakan penipuan.
Baca Juga: AS Akan Beri Sanksi Ekonomi ke Negara yang Dagang dengan Korut
"Itu penipuan, jadi segera dilaporkan melalui situs www.wise.kemenkeu.go.id,” kata Ani.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun