Suara.com - Pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pemerintah gencar membangun infrastruktur. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan pembangunan tersebut dilakukan untuk mengurangi beban biaya logistik dan memangkas waktu tempuh.
“Kenapa, karena dari hasil kajian Kemenko itu di Indonesia butuh 2,5 jam untuk menempuh jarak 100 kilometer. Padahal di Malaysia hanya memakan waktu 1 jam,” kata Robert dalam diskusi Media Forum Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (17/11/2017).
Selain itu, lanjut Robert, dari segi biaya perjalanan di dalam negeri lewat jalan darat sangat boros lantaran kendaraan harus menempuh jarak yang sangat jauh.
“Coba kita lihat, jarak yang ditempuh sam dengan Malaysia beda 1,5 jam tapi boros sekali bahan bakar yang kita gunakan,” ujarnya.
Selain itu, kata Robert, dari beberapa index menunjukkan daya saing Indonesia masih samgat rendah. Misalnya Human Development Index yang menempatkan Indonesia di bawah rata-rata.
Padahal, penduduk Indonesia sebanyak 73 persen adalah generasi muda. Hal ini membuat generasi muda memiliki pendidikan yang lebih baik.
"Kita perlu jalan, kita perlu kereta api. Di indeks-indeks sudah terlihat. Dengan mudah kita katakan tiap ada perbaikan infrastruktur akan beri keuntungan ekonomi. Itulah mengapa pemerintah sangat yakin dalam membangun infrastruktur,” kata Robert.
Berita Terkait
-
Kisruh Beasiswa LPDP, Waktunya Evaluasi Sistem?
-
Tanggapan Purbaya, Kemenkeu Klarifikasi soal Gugatan Guru Honorer untuk Anggaran MBG UU APBN 2026
-
Efisiensi Jadi Harga Mati Industri Logistik Indonesia
-
Kemenkeu Kantongi Rp 40 Triliun dari Lelang Surat Utang Negara
-
Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
4 Kapal Pertamina Masih Berada di Timur Tengah, 2 Berada di Area Selat Hormuz
-
Harga BBM SPBU Shell, Vivo dan BP Naik, Ini Rinciannya
-
OJK Bongkar Skema Dana IPO IPPE, Denda KGI Sekuritas Rp4,6 Miliar
-
IHSG Loyo, Kapitalisasi BEI Merosot 1,03% Pekan Ini, Jadi Rp 14.787 triliun
-
Iran Tutup Pelayaran Selat Hormuz, Pasokan Minyak Mentah Bisa Terganggu
-
Iran-AS Memanas! Daftar 17 Jadwal Penerbangan ke Timur Tengah yang Dibatalkan
-
Gandeng BDO, Kawasan Rebana Disiapkan Jadi Magnet Investasi Global Berbasis ESG
-
Harga BBM Pertamina Melonjak per 1 Maret, Pertamax Dibanderol Rp 12.300/Liter
-
Usaha Mining Bitcoin Milik Donald Trump Rugi Besar
-
IHSG Melemah Sepekan, Saham BUMI Jadi Salah Satu Faktor