Suara.com - Manajemen Inner City, anak perusahaan Agung Podomoro Group (APG), mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) dengan memaksimalkan kartu akses (access card) penghuni apartemen menjadi uang elektronik (e-money) dalam rangka meningkatkan pelayanannya.
Direktur Utama Inner City Bambang Setiobudi Madja dalam siaran persnya, Minggu (3/12/2017), mengatakan selama ini kartu akses penghuni hanya digunakan untuk masuk apartemen saja.
Nantinya kartu itu dapat digunakan untuk membayar berbagai keperluan, seperti membayar transaksi di gerbang tol, bus Transjakarta, kereta api, parkir, ojek dan taksi online, maupun untuk bertransaksi di toko ritel.
"Langkah ini kami lakukan untuk mendukung 'cashless society', sekaligus untuk memberikan pengalaman yang lebih kepada para penghuni apartemen yang kami kelola. Bahwa kartu akses yang mereka pegang, juga dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi," katanya.
Menurut Bambang, dengan mobilitas masyarakat di kota-kota besar, seperti Jakarta yang semakin dinamis, maka layanan satu kartu untuk berbagai macam keperluan ini menjadi sangat penting.
Hal itu juga sesuai dengan karakter penghuni apartemen yang lebih mengutamakan kepraktisan, kata Bambang.
Untuk merealisasikannya, awal November 2017 ICM mulai melakukan uji coba di apartemen Seasons City di Jakarta Barat.
Dalam uji coba itu ICM menggandeng salah satu bank BUMN yang telah memiliki izin dalam menerbitkan e-money.
Manajer Operasional ICM Krisdiarto Adi Pranoto menjelaskan ada sekitar 5.000 kartu yang sudah dibagikan ke pengguhi apartemen Seasons City.
Baca Juga: Agung Podomoro Genjot Promo di 8 Jaringan Trade Mall
Jumlah tersebut akan bertambah seiring dengan permintaan kartu di lingkungan apartemen tersebut, katanya.
Selain Seasons City, awal tahun 2018, ICM juga akan menerapkan konsep serupa di apartemen Gading Nias Residence Jakarta Utara dan Apartemen Royal Mediterania Garden Residences Jakarta Barat.
"Jadi mulai tahun 2018, kami akan menerapkan bertahap ke apartemen-apartemen lain yang kami kelola," kata Krisdiarto.
Saat ini ICM mengelola sekitar 50 site apartemen. Dari seluruh site apartemen itu, di dalamnya terdapat lebih dari 150.000 unit apartemen.
"Jika satu unit apartemen dihuni minimal 2 orang, maka e-money berupa kartu akses yang beredar di lingkungan ICM bisa mencapai 300.000 kartu," ujar Krisdiarto.
Dengan besarnya potensi kartu beredar tersebut, ICM berharap kontribusi terhadap GNNT yang digalakan pemerintah bisa signifikan.
Berita Terkait
-
Bisikan di Kegelapan
-
Purbaya Perpanjang Insentif PPN 100% Rumah dan Apartemen hingga Akhir 2026
-
Terbongkar! Detik-detik Penggerebekan Aborsi Ilegal di Apartemen Jaktim
-
Cerita Polisi Bongkar Kedok Klinik Aborsi di Apartemen Basura Jaktim, Janin Dibuang di Wastafel
-
Tinggal di Apartemen? Ini 7 Hewan Peliharaan yang Cocok untuk Anda
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah
-
Saham-saham Komoditas Jadi Penyelamat, IHSG Kembali ke Level 8.948
-
Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran 2026, Ada Diskon Tiket Pesawat
-
Airlangga Klaim Indonesia Resmi Swasembada Solar, Tak Perlu Impor Lagi
-
Jurus Purbaya Ciptakan Indonesia Emas 2045 lewat Ekonomi
-
Rupiah Masih Keok Lawan Dolar AS, Ditutup di Level Rp 16.876
-
Fenomena Kelebihan Bayar Pajak Membengkak
-
Tugas Sri Mulyani Usai Dapat Jabatan dari Bill Gates
-
Bikin Gonjang-ganjing Global, RI Bakal Pangkas Produksi Batu Bara ke 600 Juta Ton di 2026
-
Purbaya Heran Kapal Bantuan Bencana Sumatra Ditagih Bea Cukai Rp 30 Miliar