Bisnis / Makro
Selasa, 12 Desember 2017 | 11:05 WIB
Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta. [Foto Rusman - Biro Pers Setpres]

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengimbau kepada seluruh pengusaha di Indonesia untuk tidak pesimistis menyambut tahun 2018 yang merupakan tahun politik.

Pasalnya, ekonomi Indonesia sudah teruji meski ada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden.

“Tahun 2014 kita ada Pilpres, wait and see. 2015 ada kurang lebih 150-an Pilkada, apa wait and see lagi? 2016 ada 101 Pilkada, wait and see. Nanti tahun 2018 ada 171 Pilkada, wait and see lagi. Nanti 2019 ada Pilpres wait and see lagi. Apakah mau seperti itu?" kata Jokowi dalam acara saraseha kedua dengan 100 ekonom di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Menurut Jokowi, jika masyarakat dan pelaku usaha bisa membedakan persepsi antara politik dan ekonomi, maka keduannya akan berjalan masing-masing tanpa terpengaruh adanya tahun politik.

“Saya dibisiki Pak Darmin, tahun politik justru bisa menambah ke pertumbuhan ekonomi 0,2-0,3 persen. Karena ada belanja iklan, belanja kaos, spanduk, sembako yang naik," ujarnya.

Oleh sebab itu, Jokowi berharap 2018 mendatang para pelaku usaha bisa menjalankan bidang ekonomi maupun politik bersamaan meski ada pesta demokrasi, seperti pilkada dan pilpres.

Sehingga perekonomian di Indonesia tetap mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Load More