Suara.com - Usai libur panjang, kini saatnya Anda memikirkan untuk membayar tagihan kartu kredit. Selama libur panjang lalu Anda telah cukup memakai kartu kredit kesayangan untuk memenuhi berbagai keperluan liburan, seperti tiket pesawat dan membayar hotel.
Ingat, memiliki kartu kredit bukan berarti Anda bisa jor-joran belanja atau memakainya sesuka hati. Anda harus mengenali sejumlah aturan main agar terhindar dari bunga kartu kredit dan denda.
Agar terhindar dari bunga kartu kredit dan denda, pastikan Anda memiliki dana untuk membayar penuh tagihan sebelum tanggal jatuh tempo. Sayangnya kadang pemegang kartu kredit lupa, apalagi pemegang kartu kredit pemula, karena masih mengalami euphoria dengan kartu kreditnya.
Berikut ini empat cara jitu agar Anda terhindar dari bunga dan denda kartu kredit dari situs perbandingan dan pengajuan kartu kredit dan pinjaman HaloMoney.co.id:
1. Catat tanggal penagihan kartu kredit
Biasanya setiap bank menentukan tanggal jatuh tempo 15 hari setelah tanggal cetak transaksi. Misalnya, tanggal cetak transaksi kartu kredit Anda adalah tanggal 5 April maka tanggal jatuh tempo pembayaran tagihan atau tanggal penagihan kartu kredit Anda adalah tanggal 20 April.
Jika Anda membayar semua tagihan kartu kredit secara lunas atau full payment sebelum tanggal 20 April, Anda tidak terkena bunga sama sekali. Tetapi, jika Anda membayar dengan cara menyicil atau kurang dari 100% nilai tagihan, sisa tagihan kartu kredit akan terkena beban bunga pada tagihan bulan berikutnya. Pembayaran yang diterima setelah tanggal jatuh tempo akan dikenakan denda keterlambatan.
Perlu dicatat, jika Anda membayar tagihan pada saat-saat terakhir, akan sangat berisiko dan membuat Anda tidak tenang, terutama jika Anda juga memiliki sejumlah kesibukan sepanjang hari. Untuk itu, selalu hindari membayar tagihan tepat pada tanggal jatuh temponya.
Bayangkan jika tiba-tiba ada sesuatu hal yang harus Anda kerjakan secara mendadak dan membuat Anda tidak memiliki kesempatan untuk membayar tagihan tersebut, maka bisa dipastikan sejumlah bunga dan juga denda keterlambatan akan menghiasi tagihan Anda di bulan depan. Pastikan tidak pernah menunggu tanggal jatuh tempo, bayar segera setelah tanggal cetak tiba dan Anda mengetahui jumlah tagihanmu.
2.Pastikan jumlahnya tepat
Jangan membayar tagihan dengan buru-buru atau tergesa-gesa, karena hal ini akan berisiko menimbulkan sejumlah kesalahan dalam pembayaran. Terutama jika Anda membayarnya di mesin ATM yang memiliki antrean panjang.
Lakukan pembayaran Anda dengan tenang. Pastikan semua tagihan terbayarkan, bahkan hingga nominal terkecil sekalipun karena bank tetap akan mengenakan bunga jika Anda meninggalkan satu rupiah tagihan di dalam kartu kredit.
3.Buat jadwal pembayaran
Ingat bikin jadwal kegiatan saat sekolah dan kuliah? Nah, strategi membuat jadwal ini bisa Anda praktikkan. Ada baiknya Anda melakukan pembayaran secara terjadwal. Hal ini akan sangat membantu Anda untuk disiplin dan tersistem dalam melakukan pembayaran seperti membayar tagihan listrik dan air setiap bulannya.
Tentukan tanggal yang tepat dan berselang beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo kartu kredit Anda tiba, lakukan pembayaran secara rutin pada tanggal tersebut setiap bulannya. Cara ini perlu dilakukan jika Anda memiliki tagihan rutin seperti cicilan 0%. Mudah dilakukan dan Anda tidak akan keteteran saat akan membayar tagihan setiap bulannya.
4. Terima tagihan lewat email
Biling kartu kredit yang sering telat tiba di rumah atau kantor adalah salah satu alasan kenapa seseorang sering melakukan keterlambatan pembayaran tagihan kartu kreditnya. Hal ini tentu sebuah alasan yang terdengar klasik, terutama bagi pegawai bank yang akan menagih hal tersebut kepada Anda tentunya.
Jadi, pastikan Anda membintangi tagihan lewat email kemudian catat atau buat pengingat agar Anda membayarnya sesuai tanggal yang Anda buat dan usahakan sebelum tanggal penagihan kartu kredit.
| Published by halomoney.co.id |
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik