Suara.com - Presiden Joko Widodo geram terhadap lambannya pengurusan izin investasi di daerah yang memakan waktu lama. Jika hal ini terus berlanjut, menurutnya maka jangan harap Indonesia bisa maju.
Jokowi menjelaskan, Indonesia dalam hal investasi saat ini kalah kalah dengan Negara Malaysia, Singapura dan beberapa negara lainnya.
"Saat ini negara kita kalah bersaing dengan Malaysia, Singapura dan beberapa negara lain. Jika urusan perizinan terus seperti ini, kapan Indonesia mau maju," tegas Jokowi dalam peresmian JIIPE di Gresik, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018), dengan nada kecewa.
Menurut Jokowi, terhambatnya pengurusan izin sama saja menghambat perkembangan perekonomian negeri. Banyak pemohon yang mengantre, namun prosesnya sangat lama hingga hitungan tahun.
Untuk itu, Jokowi akan terus mengawasi proses di lapangan. Baik di pusat maupun daerah.
"Lihat saja, akhir bulan Maret saya akan obrak-abrik pengurusan izin yang lamban!" ancam Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi juga sempat dibuat geram dengan urusan listrik. Dari data yang diterimanya, saat banyak orang yang akan berinvestasi tiba-tiba mereka balik badan gara-gara lambannya urusan perizinan.
Dia menyebutkan, waktu yang dibutuhkan investor untuk mengurus izin seperti pembangunan pembangkit listrik di pusat mencapai 19 hari. Sedangkan di daerah sampai dengan 755 hari atau kurang lebih dua tahun.
"Untuk pembangkit listrik yang IPP di pusat setiap hari saya marahi, saya injek, sekarang bisa 19 hari, 19 hari, di daerah mohon maaf masih 775 hari. Sekarang kita blak-blakan sama kita buka semuanya. Artinya ada problem di daerah, di bidang pertanian, proses investasi sekarang (di pusat) bisa diproses sama 19 hari, di daerah masih 726 hari," jelas Jokowi.
Baca Juga: Wakili Jokowi, Din Syamsuddin Temui Imam Besar Al Azhar
Meski demikian, Jokowi masih optimistis seluruh masalah perizinan yang ada sekarang dapat diselesaikan dan mampu mengakomodir seluruh investor yang memgantre di depan gerbang Indonesia. Kuncinya tinggal bersama-sama antara pusat dan daerah menyelesaikan masalah yang selama ini menghambat. [Achmad Ali]
Berita Terkait
-
Dafrar Mobil Listrik Rp 200 Jutaan yang Bisa Jadi Pilihan di IIMS 2026
-
Berapa Harga Motor Listrik Honda Februari 2026? Simak Spesifikasinya
-
Prabowo Patok Target Tinggi, RoA Danantara Wajib Tembus 7 Persen
-
M6 Cocok Jadi Mobil Keluarga untuk Mudik? Simak Daftar Harga Mobil BYD Februari 2026
-
Viral Bus Listrik Transjakarta Terobos Lampu Merah di Gandaria, Pramudi Langsung Disanksi Tegas
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Rosan Roeslani Lobi-lobi Moody's dan S&P Beri Rating ke Danantara
-
Luhut Sebut Prabowo Tak Bisa Diintervensi Terkait Evaluasi Izin Tambang Martabe
-
Flyjaya Resmi Layani Rute Morowali, Cek Link Tiketnya di Sini