Suara.com - Bank Indonesia perlu menjaga stabilitas nilai mata uang rupiah yang berpotensi untuk berfluktuasi terus menerus terutama dalam menghadapi tahun politik menjelang Pemilu 2019, kata Anggota Komisi XI DPR Faisol Riza.
"Tahun ini adalah tahun politik yang sangat rentan bila nilai tukar rupiah tidak stabil," katanya dalam rilis di Jakarta, Kamis (29/3/2018).
Untuk itu, ujar dia, pihaknya menantikan gebrakan dari BI dalam rangka menghadapi situasi politik yang semakin tidak menentu terkait pilkada dan Pemilu 2019.
Politisi PKB itu mengingatkan BI senantiasa berkomitmen dalam membantu pemerintah dalam mengembalikan nilai tukar rupiah sesuai asumsi makro ekonomi dalam APBN.
"Tugas berat Gubernur BI yang baru adalah membantu pemerintah untuk mengembalikan nilai tukar rupiah pada asumsi makro pemerintah dalam APBN yaitu di kisaran Rp13.400," paparnya.
Ia juga mengemukakan bahwa banyak pihak mengharapkan kestabilan ekonomi Indonesia di tengah-tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global.
Sebelumnya, peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri menyatakan, tantangan yang sementara ini harus menjadi fokus perhatian untuk calon Gubernur BI mendatang adalah bagaimana menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia menjelang pesta demokrasi pada 2019.
Menurut Novani, hal tersebut disebabkan oleh banyak hal yang akan menggoyahkan tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi politik di Indonesia yang secara tidak langsung akan mempengaruhi kondisi ekonomi secara makro.
Untuk itu, ujar dia, Gubernur BI dituntut mampu melakukan kontrol dan menjamin berjalannya tugas utama bank sentral yaitu menjaga stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan baik jangka panjang maupun pendek.
"Seperti yang telah kita ketahui, kebijakan moneter dan sistem keuangan yang diambil oleh Bank Indonesia memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.
Ia juga mengemukakan, selain harus memiliki tingkat pemahaman yang komprehensif seputar kebijakan moneter dan sistem keuangan di Indonesia serta mampu membaca tren ekonomi secara global, pengganti Agus Martowardojo kelak harus memiliki kemampuan untuk meyakinkan dan memberikan kepercayaan.
Kepercayaan tersebut, lanjut Novani, adalah baik kepada publik maupun pasar mengenai indikator penilaian dan pengambilan keputusan seperti tingkat inflasi, suku bunga dan kondisi makro ekonomi lainnya.
Selain itu, ujar dia, Gubernur BI wajib mengetahui secara komprehensif seputar permintaan masyarakat dan pengusaha seperti memperkuat koordinasi melalui program bauran kebijakan moneter, makropudensial dan sistem pembayaran di bank sentral untuk merespon berbagai tantangan dalam stabilisasi pertumbuhan ekonomi. (Antara)
Berita Terkait
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Dolar AS Ganas, Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.832
-
Dolar AS Ngamuk Bikin Rupiah Terkapar Lemah ke Level Rp 16.798
-
Cadangan Devisa Indonesia Meroket Tembus Rp2.629 Triliun di Akhir Tahun 2025
-
Masih Sakit, Rupiah Makin Dekati Level Rp16.800 per Dolar AS Hari ini
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran