Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menuduh pemerintah Venezuela penyebab masyarakatnya menjadi miskin. AS juga menuduh gara-gara pemerintah rakyat Venezuela saat ini dilanda krisis pangan.
Seperti dilansir BBC, seorang pejabat perbendaharaan AS Marshall Billingslea mengatakan, para pejabat pemerintah Venezuela terlalu membebani program pangannya. Selain itu, lanjut dia, korupsi yang dilakukan Presiden Venezuela Nicolas Maduro juga membuat jutaan rakyatnya sengsara.
Tuduhan tersebut diungkapkan Billingslea saat menghadiri pertemuan informal Dewan Keamanan PBB yang diselenggarakan oleh Duta Besar AS Nikki Haley. Haley pun menuduh, perginya rakyat Venezuela juga dikarenakan korupsi yang dilakukan Presiden Nicolas Maduro.
"Ada yang salah ketika warga negara yang kaya minyak harus pergi untuk meminta di jalan-jalan Kolombia untuk memberi makan anak-anak mereka. Itu adalah korupsi rezim Maduro," kata Haley dalam pertemuan itu.
Berdasarkan, data PBB lebih dari 2,3 juta orang telah meninggalkan Venezuela sejak 2014. Tetapi pemerintah Venezuela bersikeras bahwa jumlah tersebut masih terbilang normal. Sementara, banyak yang menyebutkan kekurangan makanan dan obat-obatan sebagai alasan untuk pergi.
Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan saat ini negara sulit untuk mengimpor kebutuhan pokok untuk memenuhi gizi dan rakyatnya. Menurut dia, krisis ini dikarena kan oleh tindakan koersif unilateral oleh AS dan Uni Eropa.
AS telah menjatuhkan sanksi pada pemerintah Venezuela yang salah satunya, mencegahnya dari menjual utang. Kritik terhadap sanksi mengatakan ini membuat sulit bagi Venezuela untuk mengatasi masalah ekonominya.
Para pejabat Venezuela perorangan, termasuk Presiden Maduro, juga telah membekukan aset mereka dan beberapa dilarang bepergian ke AS dan Uni Eropa.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela
-
Efek Venezuela dan Sentimen OPEC+, Harga Minyak Melemah ke Level 69 Dolar AS
-
SBY Khawatir PD III, Pakar UMY Beberkan Bahaya Nyata yang Mengintai Indonesia
-
Gegara Aksi Trump, 4 Bank Venuzuela Ketiban Untung Raih Dana Segar Rp 8,4 T
-
Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Presiden Prabowo Perintahkan Genjot Produksi Batu Bara
-
Sistem Kelistrikan PLN Sumatera Utara Andal, Siap Layani Periode Idul Fitri 2026
-
10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik
-
Jangan Cuma Habis buat Baju Baru! Ini 10 Cara Putar THR Jadi Passive Income Modal Kecil
-
Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel
-
Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram
-
Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian
-
InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi
-
Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran
-
Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen