Suara.com - Lion Air bakal menyusul Garuda Indonesia, sebagai perusahaan maskapai penerbangan yang melantai di Bursa Efek Indonesia.
Maskapai penerbangan berbiaya murah (Low Cost Carrrier/LCC) tersebut sudah berencana melangkahkan kakinya di BEI.
Menurut informasi BEI, pihak maskapai berlogo Singa Merah itu telah mengikuti IPO Master Class yang digelar BEI.
IPO Master Class sendiri adalah kegiatan yang dirancang regulator operator modal, untuk menyiapkan tim dari calon emiten untuk melakukan IPO. Terutama yang telah memiliki rencana matang untuk segera go public.
"Kelas ini khusus dirancang dengan memberikan materi secara komprehensif, dan melibatkan profesi penunjang pasar modal sebagai pembicara," kata Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna, Jumat (22/3/2019).
Namun, Nyoman mengakui, hingga saat ini pihak maskapai belum menyampaikan dokumen resmi terkait dengan rencana pelepasan sahamnya ke publik.
"Pada saat ini, dokumen secara resmi belum diterima bursa. Bursa menyambut baik apabila perseroan segera merealisasikan rencana," jelas dia.
Perbaiki Bisnis Pasca Pesawat Jatuh
Banyak alasan yang mencuat, Lion Air melakukan IPO. Berdasarkan Bloomberg, aksi korporasi maskapai LCC rencana ini dikaitkan untuk memperbaiki bisnis pascajatuhnya pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 pada Oktober 2018 silam.
Baca Juga: Kangen, Putra Jessica Iskandar Kirim Surat Romantis untuk Richard Kyle
Tampaknya, kecelakaan tersebut membuat bisnis maskapai milik Rusdi Kirana ini terganggu, sehingga, maskapai membutuhkan dana segar untuk memperbaiki bisnisnya.
Tak tanggung-tanggung, Bloomberg melaporkan, Lion Air mengincar dana USD 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.
Namun, isu maskapai Lion Air berencana IPO bukan tahun ini saja. Pada medio 2005-an, Lion Air pernah menyatakan niat untuk melepas sahamnya.
Rencana itu telah ditunda beberapa kali karena ekonomi Indonesia yang lesu dan masalah lainnya. Dan tentunya, rencana yang baik ini ditunggu oleh semua pihak, terutama publik.
Suara.com pun telah berusaha menghubungi pihak Lion Air yaitu Managing Director Daniel Putut lewat pesan singkat. Namun, tak kunjung dibalas oleh pihak tersebut.
Berita Terkait
-
Tiket Pesawat Mahal, Lion dan Garuda Diduga Biang Keroknya
-
Bayar Dana Talangan Menara MUI, Ma'ruf Amin Cari Uang Lewat Reksadana
-
Begini Nasib Fintech Jika Maruf Amin Terpilih Jadi Cawapres
-
Pengawalan Ketat Paspampres untuk Ma'ruf Amin Jadi Pusat Perhatian di BEI
-
Pakai Sarung ke BEI, Ma'ruf Amin Bicara soal Ekonomi Syariah
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya