Hal ini menurut dia merupakan harapan dan sekaligus tantangan kepada KOPWAN agar bisa mengelola pasar rakyat dengan baik.
“Pasar rakyat ini semoga bisa mewadahi kepentingan ibu-ibu yang menjadi pedagang di desa Karang Bayan. Tidak perlu lagi berjualan di pinggir jalan terkena terik matahari dan kebasahan di kala hujan, ditambah dengan pengelolaan pasar rakyat,” tambahnya.
Marsunin (43), salah seorang pedagang, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah membangun pasar bagi mereka. Kesehariannya ia berjualan pakaian anak, sembako, dan daging di pinggiran jalan.
Setiap hari ia dibuat repot dengan membawa barang dagangnya dari rumah ke tempat jualan, atau sebaliknya.
“Terima kasih, kita sudah dibangun pasar supaya jadi tempat kami usaha. Kalau dulu pulang pergi, di pinggir jalan, jadi repot. Makanya kita berterima kasih kepada pemerintah,” katanya.
Setelah menempati kios di Pasar Karang Bayan, Marsunin ingin menambah barang dagangannya sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Namun, perempuan kelahiran 1976 itu berharap supaya diberikan bantuan modal usaha dari pemerintah.
“Supaya maju lagi usahanya. Saya minta, kalau bisa dibantu pinjamkan modal. Modal saya untuk jualan ini saja, Rp 100 juta,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga
-
DJP Hapus Sanksi Administratif Jika Lapor SPT Pajak Telat Lewati 31 Maret 2026