Suara.com - Bank Indonesia (BI) menjamin kenaikan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate hingga 6 persen tak bakal diikuti dengan kenaikan suku bunga kredit. Sehingga, masyarakat atau investor tak perlu takut untuk mengajukan kredit perbankan.
untuk diketahui, dalam kurun waktu April 2018 hingga saat ini, suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate naik sebanyak 175 basis poin menjadi 6 persen.
"Kita lihat bagaimana kenaikan bunga kebijakan moneter tak berdampak ke bunga kredit," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan semeter II-2018 di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019).
"Kalau dulu bunga kebijakan BI naik, maka akan direspons dengan kenaikan bunga deposito almost one to one, sekarang tidak karena kita juga menjaga secara keseluruhan," katanya.
Menurut Perry, kenaikan suku bunga acuan tersebut untuk merespon kondisi global yang pada tahun 2018 sedang mengalami ketidakpastian.
Sehingga, kata dia, untuk menjaga stabilitas keuangan, Bank Indonesia menempuh untuk menaikan suku bunga acuan.
"Kita lihat tahun 2018, bagaimana terjadinya ketidakpastian global tidak hanya memberikan tekanan sisi moneter, tapi sisi stabilitas sistem keuangan. Oleh karena itu di sisi monenter kenapa kita harus naikkan suku bunga 175 bps, kita harus lakukan stabilitas nilai tukar dengan intervensi itu dilakukan sisi moneter," imbuh dia.
Berita Terkait
-
Rupiah Masih Loyo Ditekan Dolar AS
-
Bank Indonesia Belum Bersikap soal Rencana Pindah Ibu Kota Negara
-
Pertumbuhan Ekonomi AS Makin Mantap, Dolar Bakal Menekan Pergerakan Rupiah
-
Ramai Tukar Uang Jelang Lebaran, BI Surakarta Tambah Pasokan Rupiah
-
Tiket Pesawat Mahal Bakal Jadi Biang Kerok Inflasi April
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik