"Memang secara waktu lebih lama, tapi ini pengalaman baru bisa melihat tempat baru yang tidak kalah menyenangkan," ujarnya.
Lain lagi kisah Junaidi yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam pada mudik Lebaran 2019 karena menggunakan pesawat terbang. Transportasi udara menjadi satu-satunya pilihan karena terbatasnya waktu libur.
Perantau asal Bukittinggi itu mengeluarkan biaya hingga Rp 4 juta untuk membeli tiket pesawat pulang pergi.
"Kalau pakai bus di jalan bisa dua hari sementara selama libur lebaran saya cuma dapat libur empat hari," katanya.
Kendati baginya harga tiket pesawat terbilang mahal, demi bisa bersilaturahmi dengan orang tua ia rela merogoh kocek lebih dalam agar bisa berlebaran di kampung halaman.
Bus AKAP
Berbeda dengan perusahaan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Pada saat mudik Lebaran 2019 justru mereka mendapat berkah dari kenaikan harga tiket pesawat yang tinggi.
Perusahaan bus, Naikilah Perusahaan Minang (NPM) misalnya kembali menggeliat menjelang Lebaran tiba. Sejak mudik Lebaran 2019, perusahaan itu memberangkatkan 10 bus per hari untuk rute Padang-Jakarta .
"Sampai 17 Juni 2019 kami memberangkatkan 10 bus per hari, lima dari Padang dan sisanya dari kabupaten kota di Sumatera Barat untuk tujuan Jakarta," kata Kepala Staf perusahaan bus PO NPM Perwakilan Padang, Heru Wanda.
Baca Juga: Tiket Pesawat Masih Mahal, Menhub Budi Karya: Itu Bukan Urusan Saya
Menurut dia sejak harga tiket pesawat mahal perusahaan bus kembali menggeliat karena banyak masyarakat yang beralih menggunakan jalur darat untuk pulang ke kampung halaman.
Jika dulu saat tiket pesawat masih murah hanya dua sampai tiga bus per hari. Bahkan dibandingkan dengan masa mudik tahun sebelumnya, kata dia, juga terjadi peningkatan karena pada 2018 pihak NPM hanya memberangkatkan enam hingga delapan unit bus dalam sehari.
Untuk rute Padang-Jakarta saat ini penumpang dikenakan ongkos untuk armada AC Rp 650.000 dari harga normal Rp 450.000 per orang. Satu bus bisa mengangkut 41 penumpang dengan lama perjalanan sekitar 36 jam, ujarnya.
Sementara salah seorang perantau asal Padang yang hendak kembali ke Jakarta Sandra mengaku memilih naik bus karena ongkosnya lebih terjangkau.
"Kalau naik pesawat sekarang harga tiket mencapai Rp 1,6 juta, naik bus cukup Rp 650.000," ujarnya.
Kendati di jalan lebih lama Sandra mengaku bisa menikmati perjalanan karena ada banyak pemandangan menarik serta persinggahan yang bisa menjadi pengalaman baru.
Bandara Minangkabau
Pada musim mudik Lebaran 2019 PT Angkasa Pura II mencatat arus mudik dan balik di Bandara Internasional Minangkabau mengalami penurunan sebesar 33 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018.
"Penurunan ini cukup signifikan karena pada tahun lalu jumlah penumpang per hari tertinggi bisa mencapai 17.000, sekarang paling banyak hanya 13.000," kata Executive General Manajer PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Dwi Ananda Wicaksana.
Ia menyebutkan total penumpang yang tiba di Bandara Internasional Minangkabau pada H-7 hingga H+7 29 Mei hingga 13 Juni 2019 mencapai 88.899 orang yang diangkut 609 penumpang. Sementara pada 2018 jumlah penumpang yang tiba mencapai 131.031 orang diangkut 742 penerbangan.
"Puncak arus mudik terjadi pada H-4 dengan jumlah kedatangan 7.389 orang," kata dia.
Sebaliknya total penumpang yang diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau sepanjang H-7 hingga H+7 berjumlah 66.918 orang dengan menggunakan 607 penerbangan. Sedangkan pada 2018 jumlah penumpang yang diberangkatkan mencapai 101.320 ribu orang dengan 741 penerbangan.
Tidak hanya itu, untuk penerbangan tambahan juga terbilang sedikit karena hanya ada delapan pesawat atau 16 penerbangan.
Dwi menyampaikan sejak Januari penerbangan reguler banyak yang dibatalkan di Bandara Internasional Minangkabau dan pada musim mudik semuanya terbang dengan kapasitas cukup penuh.
Menurut dia, beberapa maskapai juga ada yang memilih menggunakan pesawat berbadan besar ketimbang menambah jadwal penerbangan.
Dwi berharap arus mudik masih terus terjadi di Bandara Internasional Minangkabau minimal hingga tiga pekan ke depan.
Sumatera Barat, kata dia, cukup spesial pada musim arus mudik dan balik Lebaran, karena arus mudik dan balik terjadi hingga sebulan berdasarkan pengalaman tahun lalu.
"Kami berharap ini terus bertahan," ujarnya. Apalagi harga tiket pesawat mulai turun sehingga diharapkan bisa menutupi sepi penumpang di Bandara Internasional Minangkabau yang terjadi sejak awal tahun. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat
-
Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini