Suara.com - Di tahun ke-273 tahun, PT Pos Indonsia (Persero) menyatakan akan terus bertransformasi dan berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk memperkuat lini bisnis non finansial menjadi lebih baik. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono mengatakan, transformasi lini bisnis jasa kurir yang akan dilakukan oleh Pos Indonesia adalah menggunakan skema layanan pengiriman atau jemput bola.
“Konsumen tak perlu datang ke kantor pos untuk mengirim atau mengambil paket kiriman barang. Intinya, perseroan menjemput dan mengantarkan barang secara langsung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gilarsi mengungkapkan, pihaknya akan fokus mengejar konsumen melalui media sosial.
“Misalnya online seller, barangnya ditaruh di gudang milik Pos Indonesia. Mereka hanya suplai data elektronik, nanti kami urus packing barang hingga delivery, semoga akan masif ke depan,” terang Gilarsi.
Tak hanya itu, Pos Indonesia juga melakukan transformasi dengan menambah jam operasional di 117 kantor cabang. Bila semula hanya pada jam kerja, kini menjadi 24 jam setiap hari. Hal itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan konsumen.
Tak ketinggalan, lanjut Gilarsi, perseroan juga berupaya memanfaatkan teknologi platform mobile untuk menjangkau konsumen di berbagai wilayah tanpa batasan. Demi mengikuti perkembangan zaman, perseroan juga berupaya menjalankan model bisnis monetisasi data secara perlahan.
Upaya awal dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan teknologi artificial intelligent dan big data yang dimiliki Pos Indonesia. Sepanjang 2019 ini, imbuh Gilarsi, perseroan berencana mendorong kinerja pendapatan pos logistik hingga mencapai Rp 1 triliun.
Begitu pula dengan lini pos finansial. Kinerja jasa keuangan diharapkan terus berada pada treknya saat ini, meskipun industri ini diproyeksikan akan menjadi sunset bagi Pos Indonesia ke depan.
Sektor jasa layanan keuangan, saat ini berhasil meraup keuntungan hingga Rp 270 juta, dari semula mengalami kerugian Rp 6,3 miliar. Terakhir, lini bisnis pos properti diharapkan mampu bertransformasi dengan membangun sejumlah gedung komersial, paling tidak dalam kurun 5 tahun ke depan.
Baca Juga: 273 Tahun, PT Pos Indonesia Selalu Ingin Beri Layanan Terbaik
“Kami tengah menyiapkan pembangunan commercial building di kantor pos ibu kota, yang ke depannya diproyeksikan akan mempu mendorong revenue perusahaan,” tambah Gilarsi.
Pada 2019, Yakin Mampu Raih Rp 5 Triliun
Melalui upaya transformasi di seluruh anak usaha, Pos Indonesia yakin mampu meraih pendapatan hingga Rp 5 triliun pada 2019. Kontribusi pendapatan mayoritas diperkirakan berasal dari anak usaha pos logistik sebesar Rp 3,3 triliun, sementara pos finansial sekitar Rp 800 juta.
Sementara itu, terkait kinerja keuangan Pos Indonesia, jika mengutip laporan keuangan tahun buku 2018, Pos Indonesia berhasil mencatat pendapatan bersih yang memuaskan sepanjang 2018.
Angkanya mencapai Rp 4,87 triliun, atau naik 12,73 persen dari pendapatan bersih tahun sebelumnya Rp 4,32 triliun. Berdasarkan lini bisnis, usaha di sektor logistik mengalami lonjakan kinerja keuangan mencapai 44,48 persen, sementara itu, lini bisnis jasa kurir meningkat 14 persen, dan jasa keuangan turun tipis 7,7 persen.
Maraknya aktivitas e-commerce dianggap menjadi peluang bagi PT Pos Indonesia untuk meningkatkan pendapatan dari lini bisnis kurir. Tahun lalu, pendapatan jasa kurir perseroan mendominasi dengan porsi Rp 3 triliun, atau sekitar 60 persen dari total pendapatan dalam setahun.
Berita Terkait
-
273 Tahun, PT Pos Indonesia Selalu Ingin Beri Layanan Terbaik
-
273 Tahun Pos Indonesia, Ingin Tetap Relevan Sepanjang Masa
-
Nasib PT Pos, Menkominfo: Pernah Diinisiasi Jadi Layanan Seperti Bank
-
Hadapi Revolusi Industri 4.0 Pos Indonesia Siap Ganti Model Bisnis Lama
-
Model Bisnis PT Pos Indonesia Ketinggalan Zaman, KemenBUMN: Kita Ubah
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Tangani Dampak Longsor dan Banjir, Kementerian PU Pastikan Akses Jalan di Sumut Segera Pulih
-
Konsumsi Pertamax Melonjak 20 Persen Sepanjang 2025, BBM Ramah Lingkungan Makin Diminati
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS