Yakin masih mau bermalas-malasan menabung? Sebaiknya jangan, karena uang yang ditabung nantinya bisa Anda investasikan bila jumlahnya sudah cukup. Misalnya saja, bisa diinvestasikan dalam bentuk deposito, obligasi, ataupun saham.
Jika menabung umumnya dilakukan setiap bulan, Anda juga bisa menggantinya menjadi setiap minggu, sehingga jumlah tabungan bisa bertambah secara signifikan. Yang penting, jadikan menabung sebagai suatu kewajiban.
Semoga kedisiplinan dalam menabung ini menjadi suatu kebiasaan, sehingga hasilnya nanti bisa Anda nikmati sendiri di masa mendatang. Kuncinya adalah disiplin dan komitmen.
5. Belanjalah di Waktu yang Tepat
Belanja menjadi aktivitas yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Intinya, berbelanja di saat yang tidak tepat justru dapat memperbesar arus kas keluar. Akibatnya, keinginan untuk menginvestasikan uang pun sulit diwujudkan.
Alangkah baiknya Anda sering mencari tahu promo-promo yang sedang ditawarkan oleh toko atau supermarket. Manfaatkan promo ini untuk mengurangi pengeluaran. Adapun sisa uang belanjaan bisa langsung disimpan, sebelum akhirnya dialihkan untuk investasi.
Satu lagi yang tidak kalah penting yaitu mencatat daftar kebutuhan sebelum berbelanja. Dengan demikian, aktivitas belanja konsumtif dapat dihindari dengan mudah, dan Anda juga bisa belajar untuk tidak impulsif dalam berbelanja.
6. Jangan Beli Barang sebagai Pemuas Keinginan Saja
Namanya manusia, pasti punya keinginan untuk membelanjakan barang di luar kebutuhannya. Sangat wajar memang, tapi coba pikirkan kembali manfaat yang bisa diperoleh dari barang tersebut.
Baca Juga: Belajar Investasi Lewat Aplikasi Kian Jadi Favorit Milenial
Ini bertujuan agar Anda bisa membuat keputusan terbaik sebelum akhirnya membeli barang. Apabila manfaat barang hanya sebagai pemuas nafsu, lebih baik tunda keinginan untuk membeli. Sebab, masih banyak barang lain yang tak kalah pentingnya dibanding barang yang diinginkan tersebut.
Ketika Anda berhasil mengontrol aktivitas membeli barang, maka aktivitas investasi pun tidak akan terganggu. Sebab, pengeluaran otomatis akan lebih terkontrol dengan baik.
7. Tekan Jumlah Utang Seminimal Mungkin
Adanya utang tentu akan menghambat niat Anda untuk berinvestasi. Bagaimana tidak, sebagian besar uang yang didapat cuma akan habis untuk mencicil utang sampai lunas.
Maka dari itu, cobalah untuk mengurangi kebiasaan berutang, agar pengalokasian gaji juga kelihatan dan keuangan menjadi lebih sehat. Bagi yang sudah terlanjur berutang, sebaiknya lunasi juga utang itu secepat mungkin.
Bayar utang sebelum tanggal jatuh tempo, guna menghindari denda keterlambatan dan meningkatnya suku bunga utang. Lalu, berhentilah meminjam uang setelah semua utang lunas. Kelola gaji pas-pasan dengan baik, dan tingkatkan alokasinya untuk dana investasi.
8. Jangan Mudah Ikut-ikutan Orang Lain
Jika selama ini Anda suka mengikuti gaya hidup orang lain, berhentilah. Ini tidak akan memberi manfaat untuk Anda dalam bentuk apa pun. Apa yang didapatkan justru sebaliknya, di mana kondisi keuangan kacau-balau, utang menumpuk di sana-sini, dan kesempatan berinvestasi pun hilang.
Tak ada salahnya untuk tetap pada gaya hidup sendiri. Ingat, Anda tidak perlu mengikuti apa yang orang lain lakukan, apalagi kalau ujung-ujungnya malah dapat menjerumuskan kondisi finansial Anda.
Pikirkan masa depan, agar Anda tidak seenaknya menghabiskan uang. Investasikan sedikit demi sedikit. Lama-kelamaan jumlah uang itu pun akan menjadi 'bukit'. Apalagi kalau Anda melakukannya dengan gigih, tekun, dan tetap disiplin dalam menginvestasikan uang.
Gaji Bukan Tolok Ukur Mutlak dalam Berinvestasi
Gaji pas-pasan tapi ingin berinvestasi? Silakan saja. Anda bisa menerapkan cara-cara di atas, agar berinvestasi tidak hanya sebatas keinginan tetapi bisa diwujudkan secara nyata. Ya, sebab gaji bukan lagi menjadi tolak ukur dalam kegiatan investasi.
Berapa pun gaji yang diterima, seburuk apa pun kondisi finansial saat ini, Anda tetap diperbolehkan dan bisa berinvestasi. Tingkatkanlah kepedulian Anda terhadap masa depan untuk menumbuhkan niat dalam berinvestasi. Mulai berinvestasi sejak dini, bila Anda menginginkan masa depan yang bahagia dan aman.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Investasi Menguntungkan, Pilih Deposito atau Saham?
Tips Cerdas Mengajukan Kenaikan Gaji
Uang Rp 100 Ribu, Sekarang Dapat Apa Sih?
| Published by Cermati.com |
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang