Suara.com - Kinerja neraca dagang Indonesia sepanjang Januari hingga Oktober 2019 boleh dibilang jauh dari harapan. Pasalnya selama 10 bulan ini 4 kali neraca dagang Indonesia defisit alias keok dari surplus yang sebanyak 6 kali.
Tapi 6 kali surplus tersebut tidak cukup membantu kondisi neraca dagang Indonesia keluar dari zona defisit.
"Neraca perdagangan Januari-Oktober 2019 kita masih mengalami defisit 1,79 miliar dolar AS," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Jumat (15/11/2019).
Dari data BPS memang terlihat sepanjang 10 bulan tahun ini, neraca dagang Januari mengalami defisit 1,06 miliar dolar AS, Februari mengalami surplus 330 juta dolar AS, Maret mengalami surplus 670 juta dolar AS, April mencatatkan defisit sebesar 2,2 miliar dolar AS, pada bula Mei mengalami surplus sebesar 218 juta dolar AS.
Juni juga mengalami surplus sebesar 297 juta dolar AS, pada Juli mengalami defisit 64 juta dolar AS, bulan Agustus mengalami surplus 112 juta dolar AS, September mengalami defisit sebesar 163 juta dolar AS dan Oktober mengalami surplus 161,3 juta dolar AS.
Kecuk menjelaskan pada 2019 neraca dagang Indonesia datar-datar saja, sehingga kurang mampu mengejar defisit yang terjadi. "Kalau surplus ya kecil, kalau defisit juga kecil," katanya.
Meski begitu kata Kecuk defisit pada Januari-Oktober 2019 jauh lebih kecil dibanding periode sama tahun lalu. Pada Januari-Oktober 2018 lalu, BPS mencatat defisit perdagangan tembus hingga 5,57 miliar dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar
-
Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru
-
BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini
-
UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya
-
Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global
-
Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan
-
Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali
-
Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik
-
BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular
-
SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern