Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong gerakan pembangunan pertanian melalui kolaborasi dengan seluruh kampus dan fakultas pertanian Indonesia. Gerakan ini perlu dibuat, mengingat Kementan memiliki visi besar dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
"Pertanian itu bukan tanggung jawab Kementan saja, namun juga seluruh stakeholder, termasuk perlunya kolaborasi dan konsolidasi dengan mahasiswa dan fakultas pertanian di seluruh Indonesia," ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro, di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/12/2019).
Kuntoro mengatakan, konsolidasi ini telah dimulai dari kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) dan kampus-kampus lain, di seperti Universitas Hasanudin di Sulawesi Selatan dan provinsi lainnya di Indonesia. Selanjutnya konsolidasi yang sama akan digulirkan ke wilayah Jawa Timur, Sulbar, Kalimantan dan daerah lainya.
"Kita mulai dari yang paling dekat di Jakarta, yaitu IPB. Lokasi IPB tidak jauh dari kantor pusat Kementan. Tentu nanti bukan hanya IPB, kami jga menggulirkan ke alumni pertanian dari UGM, Unhas dan fakultas pertanian di seluruh Indonesia," katanya.
Menurut Kuntoro, gerakan konsolidasi antar fakultas pertanian ini dilakukan untuk menggali berbagai potensi dan ide-ide besar kalangan akademisi dalam membangun pertanian ke depan.
"Kita mencoba untuk menggali ide-ide mereka dan melakukan komunikasi untuk menjalin networking yang lebih baik dalam memajukan semua sektor pertanian di Indonesia," ujarnya.
Kuntoro menjelaskan, saat ini, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo sudah membangun program jangka pendek dan jangka panjang yang berkaitan dengan program pertanian di Indonesia. Untuk itu diperlukan pengoptimalan serius sumber daya dari berbagai pihak, termasuk kalangan mahasiswa dan akademisi.
"Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) sudah membuat beberapa program jangka pendek dan jangka menengah yang terkait dengan pembagunan pertanian, untuk itu, kita perlu masukan dari semua pihak," katanya.
Menurutnya, salah satu program saat ini sudah berjalan adalah Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Program ini diluncurkan untuk meningkatkan produksi dalam negeri serta meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Baca Juga: Kementan Bangun Kekuatan SDM Pertanian, Wujudkan Visi Indoneaia Maju
"Bapak Menteri sudah mencanangkan Gratieks sebagai upaya keras peningkatan volume ekspor. Yang kedua, megoptimalkan sumber daya yang kita miliki untuk mengurangi impor komoditas pertanian. Kemudian kita juga membuat antisipasi supaya pasar kita tetap kondusif dan efisien. Yang jelas, ke depan, bicara kita adalah ekspor," tukasnya.
Berita Terkait
-
Trubus Agro Expo, Agriliving Kian Populer di Kalangan Masyarakat Urban
-
Kementan : Stok Beras Aman Sampai 2020
-
Program Pertanian Masuk Sekolah di Mulai Tahun Ini
-
Diskusi Kementan dan Alumni IPB, Dorong ABGC Konsolidasi Gerakan Pertanian
-
Dorong Perbaikan Layanan, Mentan Serahkan Penghargaan Abdibaktitani
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja