Suara.com - Harga emas kembali naik, setelah hasil kesepakatan perdagangan Tahap 1 antara Amerika Serikat-China gagal meyakinkan para investor tentang perbedaan perdagangan, di mana Washington mempertahankan tarif pada beberapa barang China.
Logam mulia lainnya, palladium melesat ke rekor tertinggi dan platinum melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua tahun.
Amerika Serikat dan China menandatangani perjanjian perdagangan sementara yang akan menurunkan beberapa tarif dan mendorong China melakukan pembelian barang dan jasa. Akan tetapi, Negara Paman Sam tetap memberlakukan tarif 25 persen pada serangkaian barang dan komponen industri China senilai 250 miliar dolar yang digunakan oleh pabrikan Amerika Serikat.
Mengutip Reuters, Kamis (16/1/2020) harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 1.557,02 dolar AS per ounce, sementara itu emas berjangka ditutup naik 0,6 persen ke level 1.554 dolar AS per ounce.
Sementara itu harga platinum melambung 3,7 persen menjadi 1.019,20 dolar AS per ounce, setelah naik ke level tertinggi sejak Januari 2018, yakni 1.024,80 dolar AS per ounce.
Logam auto-catalyst palladium mencatat rekor tertinggi 2.261,45 dolar AS per ounce di awal sesi, dan terakhir melejit 2,8 persen menjadi 2.256,13 dolar AS didukung oleh defisit pasokan yang berkepanjangan. Perak melesat 1,3 persen menjadi 18,02 dolar AS per ounce.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Lalamove Masuk Jerman, Bidik 3,4 Juta UKM dengan Logistik On-Demand
-
Purbaya Klaim Tahu Apa yang Terjadi di Dugaan Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai
-
Sosok di Balik Danantara Sumberdaya Indonesia, Direksinya Orang Asing
-
Cara Investasi SBN untuk Pemula Saat Suku Bunga Naik dan Berapa Minimal Belinya?
-
Ini Alasan Hulu Migas Dikecualikan dari Skema Ekspor DSI
-
Rupiah Melemah dan Suku Bunga Naik, Ini 3 Tipe Investasi untuk Pemula Amankan Tabungan
-
Profil Luke Thomas Mahony, WN Australia Eks Petinggi Vale Jadi Dirut PT DSI
-
Ekspor Mineral Disentralisasi ke Danantara, Bahlil Klaim Akhiri Modus Transfer Pricing
-
5 Jenis KPR untuk Solusi Cicilan Nasabah dan Dampaknya Jika BI Naikkan Suku Bunga
-
IHSG Anjlok Usai DSI Dibentuk, Purbaya Sebut Investor Belum Paham Badan Ekspor Baru