Suara.com - Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi XI DPR RI bersama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait masalah gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai terkuak satu persatu.
Sempat ditekan oleh para Anggota Komisi XI DPR RI, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi akhirnya mengakui memang ada masalah dalam investasi saham yang dilakukan Jiwasraya sehingga mengakibatkan perusahaan asuransi plat merah tersebut mengalami gagal bayar.
“Dalam kasus Jiwasraya cukup unik. Kami duga sudah terjadi fake transaction (perdagangan semu),” ungkap Inarno dalam RDP tersebut di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Senin (10/2/2020).
Ketika ditanya lebih lanjut soal modus yang dilakukan manajemen Jiwasraya dalam berinvestasi saham, Inarno menuturkan, manajemen Jiwasraya tidak mengindahkan peringatan dari BEI soal saham-saham yang akan ditransaksikan oleh Jiwasraya, padahal saham-saham tersebut sudah diberi sanksi sejak tahun 2016 hingga 2019.
"Kami sudah beri sanksi, misalnya tahun 2016 sebanyak 30 sanksi, di tahun 2017 sebanyak 64 sanksi, 2018 sebanyak 65 sanksi dan 2019 sebanyak 74 sanksi. Itu semua yang underlying (jaminan) investasi Jiwasraya,” kata Inarno.
Ditempat yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menambahkan, Jiwasraya tergolong dalam investor institusi yang sudah dianggap memiliki kapabilitas dalam berinvestasi atau knowledgeable, tapi kapabilitas tersebut tidak dilakukan oleh manajemen sebagai investor institusi.
“Jiwasraya itu investor knowledgeable yang memiliki petunjuk pelaksanaan investasi. Jadi, tanpa ada warning mereka harusnya sudah tahu risiko investasi pada saham-saham yang sudah diberi tanda peringatan oleh BEI,” kata Nyoman.
Sebelumnya Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan meminta Direktur Utama BEI Inarno Djajadi untuk tidak bertele-tele dalam menjelaskan masalah yang dihadapi Jiwasraya.
"Maksud kami di sini tolong bapak bantu buka kan kepada kami supaya kami ini tahu kedudukan yang sesungguhnya (masalah Jiwasraya) seperti apa itu jangan bertele-tele," kata Heri dalam rapat tersebut.
Baca Juga: Sengit, DPR Minta Bos BEI Blak-blakan Soal Saham Gorengan Jiwasraya
Tak puas sampai disitu, Heri menuturkan, sebetulnya publik ingin tahu berapa jumlah saham yang di beli Jiwasraya dan berapa harganya, karena menurut dia BEI memiliki data tersebut, sehingga aliran kemana dana investasi Jiwasraya ini diketahui.
"Maksud saya tolong sampaikan kepada kami memang ada indikasi-indikasi itu contoh harga saham berapa bulan Juni 2018, saat itu bisa dijual berapa yang kami ingin tahu, harga saham itu dijual berapa banyak dibeli kita bisa lihat kok bisa hitung berapa rupiah nya kemana, kita ingin gambaran yang utuh," kata Heri.
Sementara itu anggota Komisi XI DPR RI yang lain Muhammad Mishbakun mengatakan aksi pembelian saham gorengan yang dilakukan Jiwasraya bukanlah kasus yang sangat canggih sehingga tak bisa terlacak.
"Kenapa transaksi yang sangat sederhana (tak bisa dilacak). Ini nggak canggih-canggih amat, tapi kenapa kita tidak bisa mendetect? Inilah pertanyaan mendasar kenapa tidak ter-detect sejak awal?" kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun PELNI, Ini Penyebabnya
-
IHSG Cetak Rekor ke Level 9.000, BEI: Kepercayaan Investor Makin Kuat
-
NWP Property Operasikan PLTS Atap di Empat Pusat Perbelanjaan
-
Pemerintah Mau Guyur Dana Rp 6 Miliar Buat Hidupkan Industri Tekstil
-
Tata Kelola Jadi Kunci Kepercayaan di Ekosistem Venture Capital
-
Pelaku Industri Keluhkan Kuota PLTS Atap Masih Jadi Hambatan
-
Shell, BP dan Vivo Diminta Bernegosiasi dengan Pertamina untuk Beli Solar
-
ESDM Beberkan Sosok Perusahaan Pemenang Tender Pembangunan WKP Telaga Ranu
-
CEO Danantara: 1.320 Huntara Bakal Diserahkan ke Korban Banjir Sumatera Besok
-
Perusahaan Dompet Digital Mulai Sasar Segmen Olah Raga