Suara.com - Sejumlah warga di DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mendapat bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat penyaluran bansos berupa sembilan bahan pokok (sembako) untuk masyarakat terdampak Covid-19, yang akan disalurkan selama tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni.
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Pepen Nazaruddin mengatakan, bansos sembako disalurkan untuk 1,3 juta Kepala Keluarga (KK) di DKI Jakarta, dengan indeks bantuan Rp 600 ribu per KK per bulan selama tiga bulan. Bansos juga disalurkan untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek), kepada 600.000 KK sebesar Rp 600 ribu per KK per bulan selama tiga bulan.
Pepen menyatakan, bansos tersebut, secara teknis penyalurannya akan dilakukan setiap bulan sebanyak dua kali.
“Satu kantong senilai Rp 300 ribu. Karena disalurkan sebulan dua kali, maka selama tiga bulan bisa enam kali penyaluran,” kata Pepen, dalam jumpa pers, Jakarta, Jumat (17/04/2020).
Pepen menekankan, penyaluran bansos sangat memperhatikan protokol kesehatan, sehingga tidak boleh ada kerumunan.
“Maka dari itu, kami bekerja sama dengan PT Pos Indonesia yang akan meng-inject alamat penerima ke sistem operator ojek daring untuk menyalurkan bansos langsung ke alamat penerima. Dengan demikian, tidak perlu ada kerumunan masyarakat yang mengantri bantuan,” kata Pepen.
“Untuk penerima sembako ini, datanya kami peroleh dari Pemprov DKI. Kita sinkronkan dan kita salurkan dari yang diusulkan Pemda DKI,” lanjutnya.
Bansos Sembako senilai Rp 600 ribu per bulan per KK untuk Jabodetabek untuk April 2020 siap disalurkan Kemensos. Untuk keperluan transparansi, Pepen menunjukkan spek bantuan atau jenis sembako yang berada dalam kantong.
Bansos sembako menggunakan tas dengan nuansa warna merah dengan dengan logo kepresidenan, dengan tulisan “Bantuan Presiden Bersama Perangi Covid-19”, yang dilengkapi dengan informasi mengenai protokol kesehatan mencegah penularan Virus Corona.
Baca Juga: Salurkan Program Keluarga Harapan Saat Wabah Covid-19, Kemensos Diapresiasi
Di dalam tas terdapat 10 item, yakni mi instan, kornet, sarden, sambal, kecap manis, susu, minyak goreng, teh celup, sabun mandi, dan beras 10 kilogram.
“Ini sekaligus menjadi perhatian kita bersama, dan teman-teman media bisa ikut mengawasi,” kata Pepen.
Secara khusus Pepen menekankan, jumpa pers ini merupakan penjelasan kepada publik, bahwa Kemensos dan unsur terkait telah siap melaksanakan penyaluran bansos sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 sebagaimana arahan presiden.
Berita Terkait
-
Merasa Mampu, Warga Kawasan Elite Kelapa Gading Kembalikan Bantuan PSBB
-
Warganet Panas Bandingkan Bantuan Sembako dari Jabar dan DKI, Ini Faktanya
-
Bansos Anies di Kelapa Gading Salah Sasaran, Camat: Kami Cuma Membagikan
-
Kemensos Pulangkan 51 Pekerja Migran Indonesia, Negatif Covid-19
-
Pemprov Jabar Salurkan Paket Bansos Rp 500 Ribu, Ada Uang Tunai dan Sembako
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar