Suara.com - Komisi VI DPR RI hari ini, menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Rapat ini membahas utang pemerintah kepada tiga BUMN Karya.
Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengungkapkan, pemerintah masih berutang kepada perseroan sebesar Rp 1,88 triliun. Utang tersebut merupakan pengadaan lahan untuk proyek strategis nasional.
"Sampai saat ini ada Rp 1,88 triliun yang belum terbayar. Ini dana talangan sejak 2016-2020, jadi sudah utang tahun ke lima," kata Budi, Rabu (1/7/2020).
Sedangkan, Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito menyebut, utang pemerintah pada perseroan secara total sebesar Rp 59,93 miliar. Utang ini merupakan pengadaan lahan dari pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.
"Sampai Juni masih terdapat kekurangan pengembalian dana sebesar Rp 59,9 miliar. 2018 sudah cair Rp 233 miliar, 2019 cair Rp 802 miliar, 2020 cair Rp 174 miliar. Jadi tersisa Rp 59 miliar yang masih dalam tahap verifikasi BPKP," ucap Agung.
Sementara, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono menbeberkan utang pemerintah terkait pembebasan lahan beberapa jalan tol masih sebesar Rp 3,71 triliun.
"Oustanding dana talangan Rp 3,71 triliun di mana ini untuk kepemilikan mayoritas dan minoritas," tutur Destiawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK