Suara.com - Untuk mempercepat penanganan stunting di Indonesia, Kementerian Sosial (Kemensos) berupaya untuk melakukan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait. Menteri Sosial (Mensos), Juliari menugaskan Sekjen Kemensos membentuk satu tim lintas kementerian/lembaga untuk segera merumuskan roadmap mengenai penggunaan beras fortifikasi terhadap Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Untuk mempercepat, saya mengagendakan rapat dengan kementerian dan lembaga terkait, agar kebijakan ini dapat disepakati oleh lintas lembaga, sehingga implementasi lebih kuat,” katanya, Jakarta, Selasa (13/10/2020).
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat dari kekurangan gizi dalam waktu lama, sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.
“Saya minta kementerian dan lembaga terkait untuk turut mendukung, sehingga masalah stunting di Indonesia dapat dikurangi secara efektif dan masif,” kata Ari, demikian sapaan akrabnya.
Kemensos mendapat penugasan dari Presiden Joko Widodo untuk mempercepat penanganan stunting.
“Kami ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo, antara lain untuk mempercepat penanganan stunting di Indonesia, agar target 14 persen tercapai dengan BPNT,” ujarnya, dalam rapat virtual di Jakarta, Senin (12/10/2020).
BPNT, kata Juliari, perlu membuat kajian memasukkan berbagai produk makanan yang memiliki dampak langsung bagi pengurangan stunting.
“Di Kemensos, BPNT telah dan sedang berjalan dengan menyasar pada 19 juta keluarga. Namun dari jumlah yang ada, perlu dirinci satu persatu jenis beras yang dikonsumsi melalui program tersebut,” kata Juliari.
Berdasarkan informasi, ada warga menerima beras fortifikasi yang diyakini bisa memperbaiki gizi anak-anak usia dini ataupun balita.
Baca Juga: Soal Kinerja Kemensos, Begini Kata Jurnalis Senior Andy F. Noya
“Sebagai program masif, kita perlu dukungan berbagai pemangku kepentingan. Kemensos ditugaskan Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) melakukan kajian bersama dengan Puslitbang, Bulog, serta BPOM,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Hartono Laras mengatakan, tim yang akan ditugaskan antara lain Kemensos, Kemenkes, BUMN, Kemendagri, Kementan, BKKBN, BPOM, Bappenas dan Kemenperin, untuk segera merumuskan aspek kebijakan karena merupakan program besar dan strategis.
“Ini program besar dan di RPJM 2020-2024 dinyatakan bahwa soal penanganan stunting masuk menjadi program prioritas nasional,” ujarnya.
Pada 2018, angka stunting di Indonesia berada di titik 33,38 persen, lalu turun 27,67 persen, sehingga perlu menurunkan sebanyak 680 kasus orang untuk mencapai angka 14 persen.
“Intinya perlu sinergi yang kuat antara kementerian dan lembaga terkait dalam tim tersebut. Menteri Sosial menginisiasi gelar rapat dan sebelumnya akan disiapkan di Eselon I, meminta pendapat pakar dan akademisi terkait program ini, ” kata Hartono.
Di tempat terpisah, Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM), Asep Sasa Purnama menyatakan, dukungan penuh dan kesiapan untuk penanganan stunting agar lebih cepat.
Berita Terkait
-
Tahun Ini, Kemensos Bantu 23.700 Penyandang Disabilitas lewat Program ASPDB
-
Kemensos Bertanggung Jawab Beri Layanan pada Penyandang Disabilitas
-
Komisi VIII Minta Kemensos Terus Cek Ulang Data agar Bansos Tepat Sasaran
-
Kasus Anak Naik di Tengah Pandemi, Mensos Minta Mereka Dapat Hak-haknya
-
Soal Kinerja Kemensos, Begini Kata Jurnalis Senior Andy F. Noya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya
-
Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi
-
Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI
-
Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja
-
Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
-
Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup
-
Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG
-
China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk