Suara.com - Cuci darah selalu jadi momok menakutkan bagi kebanyakan orang. Selain identik dengan penyakit mematikan, cuci darah jadi salah satu layanan di rumah sakit yang menghabiskan biaya mahal. Toyani misalnya, wanita berusia 37 tahun ini mengaku sedang berjuang melawan penyakit yang sudah 3 tahun ia derita.
Dalam penuturannya, ia sempat terpukul lantaran dokter mengharuskan dirinya melakukan cuci darah seumur hidup. Selain pola hidup yang akan berubah, tentu biaya jadi alasan lain yang sempat Toyani khawatirkan.
“Saya sakit dari 2017. Itu sudah mulai cuci darah dan rutin sampai sekarang. Awalnya sering mual terus pinggang kerasa sakit. Pas sudah diperiksa dokter, saya kaget kalau ada masalah dengan ginjal saya. Dalam hati pasrah karena vonisnya sudah wajib cuci darah,” kenang Toyani.
Alih-alih takut soal biaya, justru Toyani terkejut lantaran cuci darahnya sama sekali tak dipungut biaya. Ia senang lantaran kebaikan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) benar-benar ia rasakan. Tak cukup sampai situ, perolehan vitamin hingga perbaikan gizi juga rutin ia terima tanpa ada biaya tambahan.
“Sebelumnya takut karena saya juga gak ada persiapan (biaya). Terus banyak yang bilang kalau cuci darah itu mahal dan bisa sampai jual rumah. Saya makin khawatir. Tapi pas tahu cuci darah pertama gratis, saya langsung lega. Ternyata cuci darah bisa pakai BPJS (Kartu Indonesia Sehat, red). Alhamdulillah sekali saya tertolong,” ujar wanita asli Sumberasih-Kabupaten Probolinggo ini.
Kini, manfaat itu terus Toyani rasakan tanpa pernah sekali menemui kesulitan. Sebagai peserta dengan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3, ia hanya rutin membayar 25.500 Rupiah dalam sebulan.
Angka ini tentu kecil dibanding biaya cuci darahnya yang mendekati puluhan juta untuk setiap bulan. Wanita yang berprofesi sebagai pedagang warung di rumahnya ini mengaku lega lantaran sudah ikut program JKN-KIS sejak lama. Tak ada ketakutan lagi soal biaya cuci darah yang pernah ia dengar sebelumnya.
“Sangat puas sekali dan membantu. Saya berterima kasih kepada BPJS (Kesehatan) atas kemudahan yang diberikan. Kalau tahu biaya aslinya ngeri. Alhamdulillah, ikut yang kelas 3 juga bisa menolong cuci darah. Gak takut lagi harus bayar mahal karena tiap bulan saya rutin bayar iuran,” ungkapnya.
Lebih lanjut, wanita 2 anak ini berharap program JKN-KIS terus menghiasi asuransi kesehatan Indonesia. Baginya, manfaat yang diberikan program ini begitu besar dan sangat berguna bagi masyarakat. Tak lupa ia memberikan apresiasi kepada RSUD dr. Moh. Saleh Probolinggo sebagai rumah sakit yang menjadi rujukannya dalam mengakses layanan cuci darah selama 3 tahun.
Baca Juga: Peserta BPJS Kesehatan : Tak Ada Perbedaan Layanan dengan Pasien Umum
“Dari keseluruhan saya lihat baik. Kalau ada kekurangan mungkin hanya sewajarnya saja. Terima kasih untuk petugas yang ada di RSUD. Pelayanannya baik dan semoga meningkat terus. Saya juga berdo’a biar program dari BPJS (Kesehatan) ini jalan terus karena pasti banyak yang terbantu terutama bagi orang-orang yang butuh perawatan mahal,” terangnya.
Berita Terkait
-
Peserta BPJS Kesehatan : Tak Ada Perbedaan Layanan dengan Pasien Umum
-
Terdaftar di Kelas 3, Tjong Djiu Djin Rasakan Pelayanan yang Optimal
-
Program JKN - KIS Menolong Pasien Ini Jalani Cuci Darah
-
Menderita Hipolakemia, Massita Tenteram Jadi Peserta JKN - KIS
-
Cuci Darah Ditanggung JKN-KIS, Adi : Manfaatnya Lebih Besar
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih
-
Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD
-
Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa