Suara.com - Tahapan awal program vaksinasi akan diperuntukan bagi garda terdepan dengan risiko tinggi, yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Lalu secara bertahap akan diperluas kepada seluruh kelompok masyarakat umum.
Lantas kapan kelompok masyarakat umum mendapatkan vaksin Covid-19?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk kelompok masyarakat umum proses vaksinasi akan dimulai pada bulan April atau Mei, setelah pemberian vaksin kepada kelompok petugas publik.
"Jadi kita akan mulai untuk petugas publik dan itu sekitar bulan Maret April kalau misalnya selesai diharapkan akhir April atau awal Mei kita bisa melakukan untuk seluruh masyarakat tahapannya kira-kira seperti itu," kata Budi Gunadi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Jakarta secara virtual, Selasa (12/1/2021).
Saat ini kata BGS sapaan akrabnya, prioritas pemerintah memberikan vaksin ditujukan untuk para petugas kesehatan sebanyak 1,48 juta orang, petugas publik sebanyak 16,4 juta orang dan lansia sebanyak 21,5 juta orang, dimana periode vaksinasi antara Januari hingga April 2021 atau pada gelombang pertama.
Sementara untuk gelombang kedua atau pada periode April 2021 hingga Maret 2022 akan diberikan kepada kelompok masyarakat rentan sebanyak 63,9 juta orang, dan kelompok masyarakat lainnya sebanyak 84,72 juta orang.
Sementara itu untuk penggunaan vaksin tahap awal yang berasal dari Sinovac baru bisa digunakan kepada masyarakat dengan rentang umur 18-59 tahun.
"Memang vaksin yang ada sekarang yang Sinovac itu uji klinisnya baru sampai usia 59 tahun, kita harapkan dengan adanya Pfizer dan Astrazeneca datang di bulan April itu adalah vaksin yang memang sudah uji klinisnya digunakan untuk di atas 60 tahun," pungkasnya.
Baca Juga: 3 Daerah di Kalbar Akan Terima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK