Suara.com - Bank Dunia merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini menjadi 3,7 persen dari sebelumnya 4,4 persen. Pertumbuhan yang menurun ini tak lepas dari meningkatnya kasus virus Covid-19 lewat varian delta pada bulan Juni lalu.
Berdasarkan laporan Bank Dunia terbaru Selasa (28/9/2021) pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) di luar China tahun ini diperkirakan 2,5 persen lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 4,4 persen.
China sendiri diperkirakan tumbuh 8,5 persen lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 8,1 persen. Negara lain dengan pertumbuhan tertinggi adalah Vietnam dengan 4,8 persen lebih rendah dari yang sebelumnya diperkirakan 6,6 persen.
Sementara Indonesia diperkirakan tumbuh 3,7 persen pada tahun ini,.lebih rendah dari proyeksi bulan April lalu yang sebesar 4,4 persen.
Dibawah Indonesia ada Malaysia yang diprediksi tumbuh 3,3 persen, Thailand 1 persen dan Myanmar yang masih bakal terkontraksi -18 persen.
Sementara Filipina masih beruntung karena pertumbuhannya diperkirakan lebih tinggi dari Indonesia yakni 4,3 persen.
“Indonesia dan Filipina mudah-mudahan akan bisa mencapai batasan ini pada pertengahan tahun depan,” kata Ekonom Utama Asia Timur dan Pasifik (EAP) Aaditya Mattoo dalam konfrensi pers virtualnya, Selasa (28/9/2021).
Mattoo menjelaskan pencapaian tingkat vaksinasi akan memberikan sinyal bahwa mobilitas siap dimulai kembali sehingga perekonomian mampu normal dan bangkit.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya vaksinasi saja tidak cukup karena terdapat negara-negara yang memiliki tingkat vaksinasi tinggi namun ekonominya masih buruk.
Baca Juga: Bank Dunia: Pemulihan Ekonomi di Asia Timur dan Pasifik Hadapi Perlambatan
Oleh sebab itu, Matto menyarankan agar langkah testing, tracing, dan isolation harus terus dilakukan pemerintah sembari masyarakat tetap melaksanakan disiplin protokol kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU
-
Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025