Suara.com - Perusahaan entertain dunia, Walt Disney Co pada Selasa (5/10/2021) lalu menyatakan, akan memberhentikan sekitar 28.000 karyawan yang sebagian dari AS akibat krisis yang disebabkan wabah COVID-19.
Meski demikian, lebih dari 65 persen yang diberhentikan itu akan tetap bekerja sebagai pekerja paruh waktu.
Melansir dari Reuters, Disney telah menutup sejumlah taman hiburan mereka di seluruh dunia saat virus corona mulai melanda meski ada beberapa kantor, seperti Disneyland California yang tetap buka dengan protokol kesehatan ketat.
"Kami telah membuat keputusan yang sangat sulit untuk memulai proses pengurangan tenaga kerja kami di segmen Taman, Pengalaman, dan Produk kami di semua tingkatan," kata perwakilan Disneyland, Josh D'Amaro.
Ia menyebut, pembatasan ini makin sulit dilakukan seiring ketidakpastian kapan pandemi berakhir. Ia juga menyinggung kebijakan dair pemegang kebijakan setempat yang masih enggan mencabut pembatasan.
Dalam salah satu rilis dari kantor berita yang sama, D'Amaro mengaku sulit mengambil keputusan itu dan merasa bersalah kepada karyawan yang di-PHK.
Manajemen, menurutnya sudah mencoba untuk menghindari PHK dengan memotong biaya, menangguhkan proyek dan merampingkan biaya operasional meski tetap membayar tunjangan kesehatan untuk pekerja cuti sejak April.
“Namun, kami tidak dapat secara bertanggung jawab tetap memiliki staf penuh saat beroperasi pada kapasitas terbatas seperti itu,” kata D'Amaro.
Setidaknya ada 77.000 pekerja penuh dan paruh waktu di Walt Disney World Florida sebelum pandemi, sedangkan Disneyland di California mempekerjakan 32.000.
Baca Juga: LBH Pers: UU Cipta Kerja Bikin Perusahaan Mudah PHK Pekerja Media
Pada pekan lalu, Pihak Disney sudah mendesak pejabat California agar mengeluarkan pedoman yang memungkinkan Disneyland untuk kembali dibuka untuk para pengunjung.
Berita Terkait
-
Disney+ Hotstar Hadirkan Konten Eksklusif untuk Pengguna Indihome
-
Perusahaan PHK Karyawan, Warga Tutup Jalan Menuju Lokasi Pembangunan Bandara
-
Dalam 1,5 Tahun, Wabah COVID-19 Membuat 40.000 Warga Jakbar Jadi Pengangguran
-
Miris! Aktif Berserikat, Buruh di Semarang Malah Kena PHK
-
Waduh Makin Banyak Pengangguran di Tangerang Selatan, Gara-gara PPKM Level 3?
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?
-
Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus
-
Dari Kilang hingga Minyak, Ini Isi Diplomasi Energi Prabowo ke Rusia
-
Pentingnya SKU: Cara Mengurus Surat Keterangan Usaha dan Keuntungannya bagi UMKM
-
KKP Dorong Nelayan Jualan Online, Peluang Cuan dari E-Commerce Terbuka Lebar
-
Emas Antam Lagi Meroket, Harganya Dibanderol Rp 2,86 Juta per Gram
-
BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124
-
Semua Melesat, Saham Taipan Prajogo Pangestu Jadi Penyelamat IHSG
-
Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
IHSG Meroket, Efek Saham-saham Prajogo Pangestu Diborong Asing?